KULONPROGO – Kendati tidak seramai tahun lalu, Pasar Takjil Kulonprogo 2018 masih diminati warga Wates. Lokasinya di sisi utara Alun-Alun Wates (Alwa) Kulonprogo.

Sebanyak 37 stan makan dan minuman menjajakan menu buka puasa. Ratusan orang selalu datang ke sana untuk membeli kudapan untuk disantap saat masuk waktu berbuka. Mereka datang sembari ngabuburit.

Pembeli mulai berdatangan sekitar pukul 17.00. Mereka mencari aneka makanan yang dijajakan. Cukup lengkap memang, namun mayoritas makanan khas Kulonprogo.

Ada geblek, tempe benguk atau tempe sengek, dan gerowol. Ada pula gudeg, brongkos, buntil serta sayur mayor. Tak lupa pula lauk pauk dan menu makanan lain.

Seorang pengunjung Yogiarni, 23, warga Karangsari, Kecamatan Pengasih mengatakan makanan dan minuman yang dijajakan menarik dirinya untuk datang. Dia tertarik berbuka dengan teh thailand yang dijajakan salah satu stan. “Saya lihat ada teh thailand, penasaran rasanya seperti apa,” kata Yogiarni Minggu (27/5).

Dia berharap, Pasar Takjil tahun depan diadakan lagi. Lebih besar dan lebih tertata. Stan yang ada juga bisa buka lebih lama, tidak hanya sampai pukul 18.00.

“Kadang ada yang mencari menu buka setelah Magrib atau setelah salat Tarawih. Jadi menurut saya bukanya sampai malam biar lebih semarak,” kata Yogiarni.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan Kulonprogo Krissutanto mengakui Pasar Takjil 2018 tidak sebesar tahun lalu. Sebab dikelola pemerintah kabupaten tanpa sponsor. “Stannya tidak sebanyak tahun lalu. Sekarang hanya sekitar 35 stan saja,” kata Krissutanto.

Pasar Takjil Kulonprogo 2018 akan dibuka sampai 12 Juni 2018. Produk yang disajikan merupakan makanan khas Kulonprogo. Kendati sebagian adalah makanan khas Ramadan, termasuk makanan dari luar daerah.

“Selain menyemarakkan Ramadan, Pasar Takjil ini memang bertujuan mengangkat potensi desa dan kuliner Kulonprogo,” kata Krissutanto. (tom/iwa/mg1)