BANTUL – Gempa tektonik berkekuatan 5,9 scala richter (SR) yang mengguncang Kabupaten Bantul 27 Mei 2006 menyisakan banyak kenangan di kalangan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Bantul dan sejumlah komunitas relawan. Di antaranya terkait korban gempa bumi yang tak diketahui identitasnya. Hingga sekarang delapan korban yang dimakamkan di kompleks pemakaman umum Tegaldowo tersebut masih misteri.

“Tak ada keluarga yang mencari hingga 12 tahun ini,” ucap Penggagas Refleksi 5,9 Gempa Bantul di sela ziarah kubur dan tabur bunga di kompleks pemakaman umum Tegaldowo, Minggu (27/5).

Yuli, sapaannya menceritakan, jenasah delapan korban gempa bumi ini ditemukan relawan di pinggir jalan. Kemudian, relawan membawanya ke posko PMI. PMI bersama para relawan lantas memakamkannya di Tegaldowo. Lantaran tidak ada keluarga yang mencarinya.

Nah, PMI bersama para relawan rutin berziarah dan tabur bunga setiap peringatan refleksi gempa bumi Bantul. Itu untuk mendoakan mereka yang tidak diketahui riwayatnya.

“Ini menjadi tanggung jawab kami sebagai orang yang turut menguburkannya,” tutur pria yang sehari-hari tercatat sebagai personel PMI Cabang Bantul ini. (cr6/zam/mg1)