Samidjan menjadi salah satu tokoh yang diusulkan Kelurahan Karangwaru sebagai calon penerima penghargaan Kalpataru tingkat DIJ, untuk kategori perintis lingkungan. Ia dinilai berhasil merintis pengembangan sekaligus melestarikan fungsi lingkungan hidup.

Selain itu, aktivitas Samidjan merupakan kegiatan yang sama sekali baru di daerah tempat tinggalnya. Menurutnya, pemilihan limbah plastik sebagai bahan pembentuk karakter wayang, ditemukannya secara tidak sengaja.

Saat itu tetangga membongkar rumah dan banyak limbah plastik yang akan dibuang. Saat itu, ada lembar plastik bekas pagar rumah yang sudah tidak dipakai. “Saya berpikir, andai limbah itu dibentuk menjadi karakter wayang, tentu akan lebih awet,” ujarnya.

Kreasi wayang yang dihasilkan dengan memanfaatkan limbah itu kemudian dikenal sebagai Wayang Limbah. “Selain karena bahan bakunya dari limbah, limbah itu welinge simbah (pesan leluhur),” ucapnya. Itu mengandung makna untuk selalu memelihara keindahan dunia melalui seni pewayangan.

Diakui, awalnya tidak memiliki kaitan dengan penyelamatan lingkungan. Tapi aktivitasnya yang sudah hampir 17 tahun digeluti, secara tidak langsung turut mengurangi populasi jumlah sampah. Terutama yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan.

“Saya sadar wayang limbah tidak akan menghentikan kerusakan lingkungan, tapi setidaknya memperlambat kerusakan lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan memungut sampah yang terbuang dan memanfaatkan sesuatu yang jelas-jelas akan lama terurai olah alam, yaitu plastik. “Kalau tidak bisa ikut mengurangi, paling tidak jangan menambah sampah,” pesan Samidjan yang juga aktif menjadi salah satu pengurus Bank Sampah di wilayah RT 01 Karangwaru.

Ketua LPMK Karangwaru Subandono menambahkan, mendukung kreasi Samidjan agar lebih dikenal masyarakat, setiap kegiatan yang diadakan komunitas Karangwaru Riverside selalu melibatkan Samidjan dengan wayang limbah plastik. Karya Samidjan juga ditampilkan saat launching Jogja Semesta Masuk Desa.

Di sepanjang acara itu wayang kreasi Samidjan turut dipamerkan. “Ngarso Dalem (Gubernur HB X, Red) menerima salah satu karakter wayang kreasi Samidjan, saat secara resmi me-launching Jogja Semesta Masuk Desa,” ungkap Subandono. (laz/mg1)