BANTUL – Masjid Al Masyhur, Sembungan, Kasihan, selama Ramadan menyelenggarakan serangkaian kegiatan untuk memberikan semangat warga muslim. Ada dua kegiatan rutin, antara lain, pengajian anak-anak dan ibu-ibu seperti terlihat (27/5).

Pengajian dilakukan setiap sore, mulai 16.00 hingga waktu berbuka puasa. Dibimbing para santriwan dari Ponpes Harun Syafi’i, Karangkajen, Jogja. “Kami dikirim untuk mengisi kajian harian seperti TPA dan ceramah,” ujar Muhammad Farhan, 19, santri Ponpes Harun Syafi’i.

Kajian TPA anak-anak setiap hari diisi oleh ustad dan ustadah yang berbeda. Tema berbeda dan sistem penyampaian juga berbeda. Tujuannya agar anak-anak lebih semangat lagi, rajin datang ke masjid dan menjadikan masjid tempat untuk belajar agama.

Resmiati, 19, pengurus program kajian sore mengatakan, metode pembelajaran anak dibuat semenarik mungkin. Mulai dari mendongeng, belajar sambil mewarnai, membaca Iqro, belajar dengan menyetelkan video cerita anak sholeh, dan lain-lain.

Masjid Al Masyhur didirikan pada tahun 80-an dan oleh trah Masamino Hardjowisastro. Awalnya hanya makam, kemudian oleh keluarga keturunannya dibuat musala kecil. Kini berkembang menjadi dua bagian, yaitu masjid dan pendapa. Masjid digunakan untuk pengajian sore ibu-ibu, sedangkan pendapa untuk TPA anak-anak.

Kepengurusan takmir masjid dibagi menjadi dua bagian, dengan kewenangan yang sama yaitu Masjid Al Masyhur dan Al Mukminun. Kajian sore dilanjutkan buka bersama warga, saling guyup dan rukun. “Masjid akan terus dibangun, ke depan akan dibangun pondok pesantren,” ujar Resmiati. (cr6/laz/mg1)