BANTUL – Kepala Dinas Koperasi Usaha Menengah Kecil dan Perindustrian (DKUKMP) Bantul Sulistiyanta menargetkan 85 industri kecil menengah (IKM) kuliner mengantongi sertifikat halal. Itu bertujuan untuk mendongkrak daya saing sekaligus pemasaran.

“Hingga sekarang baru 36 IKM,” jelas Sulis, sapaannya di sela penyerahan sertifikat halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) di kantor DKUKMP Bantul Jumat (25/5).

Ditegaskan, sertifikasi IKM kuliner ini hasil kerja sama DKUKMP dan MUI DIJ. Menurutnya, program sertifikasi ini penting. Mengingat, dari 12 ribu IKM di Bumi Projotamansari baru sepuluh persen di antaranya yang telah mengantongi sertifikat.

“Dan industri kuliner persentasenya cukup tinggi. Mencapai 11 persen dari total IKM,” sebutnya.

Sekretaris Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika MUI DIJ Didin Kamidina menekankan, sertifikasi halal bertujuan untuk memberikan ketenteraman kepada masyarakat.

“Bahan baku harus jelas statusnya. Termasuk pemilihannya harus ada label halal MUI. Jika produk mengandung babi sudah bisa terdeteksi,” ujarnya.

Dikatakan, pengajuan untuk mendapatkan label halal dari MUI DIJ tergolong mudah. Caranya cukup datang ke MUI DIJ. Lalu, mengisi formulir, dan membawa fotokopi e-KTP.

“Biayanya cukup murah. Cukup dengan Rp 2,5 juta,’ tambahnya. (cr2/zam/mg1)