KULONPROGO-Tim gabungan yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) dan sejumlah instansi terkait melakukan razia makanan dan minuman (Mamin) di sejumlah pasar tradisional di Kulonprogo, Jumat (25/5). Sedikitnya 61 Mamin dalam kemasan berhasil diamankan petugas karena kadaluarsa.

“Tidak hanya disita, produk minuman dalam kemasan yang telah kadaluarsa kami buang isinya agar tidak dijual kembali atau disalah-gunakan. Seluruh mamin itu disita dalam satu toko di dekat pasar. Saat diamankan produk itu masih terpajang, artinya masih diperjual belikan,” kata Kasi Penyidikan dan Penindakan Sat Pol PP Kulonprogo, Qumarul Hadi, ditengah razia di Pasar Jombokan, Desa Tawangsari, Kecamatan Pengasih.

Dijelaskan, terhadap para pemilik toko petugas meminta pedagang untuk lebih teliti lagi dalam menjajakan produk makanan dan minuman. Mereka juga diminta menandatangani surat pernyataan tidak akan lagi menjual produk kadaluarsa. Selain produk kadaluarsa, petugas juga berhasil mengamankan 200 gram ikan gabus dan 100 gram ikan layur positif mengandung formalin.

“Dua sampel ikan itu diambil dari salah satu pedagang di Pasar Jombokan. Ikan Gabus dan Layur positif mengandng formalin dengan kadar sangat tinggi yakni sekitar 200 mg/L. Kedua produk ikan asin itu kemudian kami minta tidak dijual lagi,” jelasnya.

Pedagang ikan, Supriyati, 48, mengungkapkan, dirinya tidak tahun dan baru kali pertama menjual produk ikan asin berformalin. Ia mengaku mendapatkan ikan tersebut dari salah satu pasar di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. “Minggu kemarin saya beli dua kilogram. Tidak banyak, yang saya jual ini sisanya, selebihnya sudah laku. Tidak tahu kalau ikannya berformalin,” ungkapnya.

Sementara itu, pemilik toko, Herjani, 60, mengaku baru berencana menukarkan produk yang kadaluarsa kepada masing-masing distributor. Namun kadang lupa, sebab daya ingatnya sudah mulai menurun seiring usianya yang bertambah tua. “Setiap ada barang baru datang langsung saya cek. Tapi ada juga yang kelewatan nggak saya cek kadaluarsanya, cuma saya tumpuk begitu saja,” katanya. (tom/mg1)