MUNGKID – Bakti sosial pengobatan gratis menjadi kegiatan pembuka rangkaian perayaan Tri Suci Waisak 2562 BE/2018 di Candi Borobudur, yang detik-detiknya bakal jatuh Selasa (29/5) mendatang pukul 21.19. Pengobatan gratis ini melibatkan 180 dokter dari berbagai keahlian dan paramedis. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) itu dibuka oleh ketua umumnya, Siti Hartati Murdaya, di pelataran Candi Borobudur, kemarin.

“Selain melibatkan berbagai tim paramedis dari rumah sakit, perguruan tinggi hingga militer, bakti sosial pengobatan gratis ini juga melibatkan ratusan relawan umat Buddha, umat Islam, Katolik dan Kristen,” kata Hartati.

Menurut bos Berca Grup ini, gerakan kemanusiaan dari semua agama di tanah air diharapkan kesejukan bagi kedamaian berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Ia mengajak semua warga bangsa Indonesia untuk selalu melawan keserakahan, kemarahan, kebencian dan kegelapan batin.

Dijelaskan Hartati, pengobatan gratis ini sebagai bentuk kepedulian umat Buddha dan gerakan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan. Acara semacam ini sudah diadakan sejak 15 tahun silam di Candi Borobudur. “Baksos ini ditujukan semua masyarakat, tidak pandang agama dan golongan tertentu,” ujarnya.

Baksos didukung Dinas Kesehatan TNI AU, Puskes AU, Dinkes Kabupaten Magelang, RST dr Soedjono Magelang, RSUP dr Sardjito Jogja dan RS Suci Paramita Tangerang. Untuk paramedis datang dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia maupun luar negeri. Di antaranya, National University Hospital Singapore, FKG Mustopo, Universitas Trisaksi, UGM, Sanata Darma, Akper Ngesti Waluyo Parakan, Akper Panti Rapih dan lainnya.

Dirjen Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama Caliadi memuji langkah Walubi membantu pemerintah dalam mewujudkan Program Indonesia Sehat. Apalagi ada semangat kepedulian umat Buddha terhadap sesama. Juga upaya Walubi untuk terus menjaga kerukunan antar umat beragama. (dem/laz/mg1)