SLEMAN-Dalam rangka meningkatkan kontribusi ilmiah Universitas Sanata Dharma (USD) serta membantu mengembangkan ilmu kefarmasian serara praktis dengan fokus peningkatan derajat kesehatan masyarakat, USD menggelar seminar Doktor Baru Sanata Dharma Berbagi dengan tema “Pemanfaatan Bahan Alam dan Teknologi di Era Digital Dalam Upaya Pengembangan Bentuk Sediaan Obat”. Seminar yang diikuti oleh dosen-dosen dan tenaga kesehatan di DIJ ini berlangsung di Ruang Seminar Driyarkara Lantai II Gedung Auditorium Kampus II Mrican Jumat (25/5).

Seminar ini USD menghadirkan Dr Agatha Budi Susiana Lestari MSi Apt dan Dr Rini Dwiastuti MSc Apt. Agatha memaparkan “Pegagan (Centella asiatica (L.) Urb): Perjalanan Menuju Obat Herbal Terstandar”.

“Tanaman pegagan atau kaki kuda Centella asiatica (L.) Urb) sudah lama dikenal dan banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia, namun pemanfaatannya masih didominasi pada penggunaan sebagai bahan makanan/sayuran.

“Berdasarkan hasil penelitian, herba pegagan sudah dibuktikan sudah memiliki kandungan kimian yang dapat memberikan efek farmakologi, seperti terpenoid, minyak atsiri, flavonoid, polisakarida, alkaloid, karotenoids, tannin, klorofil, dan pectin,” jelas Agatha.

Kandungan-kandungan tersebut diduga berperan terhadap aktivitas antioksidan (Zang & Qin, 2007). Beberapa senyawa flavonoid dilaporkan memiliki kemampuan dalam menghambat terjadinya agreasi platelet seperti kuersetin, katekin, kamferol, mirisetin, dsb. Hal ini memungkinkan pemanfaatan herba pegagan dalam upaya pemeliharaan kesehatan.

“Tantangan lain yang masih perlu dijawab adalah bagaimana mengemas ekstrak bahan alam menjadi suatu bentuk sediaan yang siap dipakai oleh masyarakat. Jika hal ini terwujud, akan mendukung trend yang berkembang saat ini terkait pemeliharaan kesehatan dengan menggunakan bahan alam atau back to nature,” paparnya.

Rini Dwiastuti memaparkan tema “Teknologi Komputasi Dalam Pengembangan Formulasi Sediaan Nanopartikel”. Teknologi nanopartikel ini terus diupayakan dalam proses pengembangan sistem penghantaran obat untuk berbagai rute penggunaan dalam tubuh. Perkembangan teknologi ini salah satunya dapat berupa obat yang dikelilingi matriks fosfolipid yang dikenal sebagai nanoliposom (Martien et al., 2012). (ita/din/mg1)