PEDULI: Menjalankan usaha ternyata tidak menghentikan passion Meta Nuci Ferawati sebagai guru. (LATIFA NURINA/RADAR JOGJA)

Mengajar membuat kerajinan kepada ibu-ibu rumah tangga di berbagai kalangan menjadi kegemaran Meta Nuci Ferawati. Ada kepuasan tersendiri yang dia dapatkan.

Meta Nuci Ferawati menjalankan hobinya berketerampilan melalui usaha perhiasan yang diberi label Uparengga. Perhiasan buatannya berbahan dasar logam tembaga, batu, dan beads dia buat sendiri di kediamannya di Seyegan, Sleman. “Dulu suka ngajar keterampilan. Terus punya kelompok binaan sulam pita,” jelas lulusan Peternakan UGM ini.

Nah, kelompok-kelompok binaannya ini sudah mengikuti pameran-pameran di berbagai tempat, namun kemudian bubar. “Karena mereka memilih bekerja dengan orang lain,”tambahnya.

Kemudian Nuci memilih menekuni produknya sendiri. Hingga di awal 2014 dia bergabung dengan Asosiasi Pengrajin Perhiasan Yogyakarta (APPY). Menjalankan usaha ternyata tidak menghentikan passionnya sebagai guru. “Sekarang masih ngajar ketrampilan bikin asesoris dari kain, batu, dan kawat tembaga,” jelasnya.

Dia menceritakan, banyak ibu-ibu yang ingin dan punya penghasilan sendiri. Namun banyak yang tidak percaya diri. Tak hanya ibu-ibu rumah tangga, dia juga skerap diundang mengajar beberapa rintisan UKM. “Pentingnya sharing bagi UKM itu untuk mengedukasi masyarakat tentang teknik pembuatan,” tutur Nuci.

Selain itu, agar mereka bisa menghargai proses dan agar tahu perbedaan barang handmade dan pabrikan. Selama ini Nuci menjual hasil karya tangannya secara online melalui Facebook dan Instagram. Secara offline dengan mengikuti pameran-pameran di dalam dan luar DIJ. “Ada juga orang dan instansi yang sudah langganan, biasanya buat kado atau kenang-kenangan,” jelas ibu dua anak ini.

Karakter desain Nuci cenderung feminin dengan sentuhan etnik. Teknik pembuatannya metal smithing dengan pembakaran. Dia menyasar perempuan-perempuan modis penggemar gaya etnik dengan usia 20 tahun ke atas.

Inspirasi desainnya bisa datang dari mana-mana. Paling sering dari motif batik dan suasana alam.”Kalau orang mancanegara, lebih suka dengan desainnya yang minimalis dan ukurannya kecil,” jelasnya.

Untuk produk kalung, cincin, gelang, bros, dan anting dijual dengan harga mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 800 ribu. Tergantung bahan, batu, dan kerumitan desainnya. (din/mg1)