SLEMAN – Status Waspada Gunung Merapi berdampak pada aktivitas wisata di Kaliurang. Berdasarkan pantauan Radar Jogja terjadi penurunan drastis pengunjung dibanding hari biasa Rabu (23/5).

Dampak terbesar cukup dirasakan pengelola hotel dan jip wisata Lava Tour. Ketua Asosiasi Perhotelan Kaliurang Heribertus membenarkan penurunan jumlah tamu tersebut.

Beberapa tamu bahkan membatalkan pesanan menginap di Kaliurang. Presentase pembatalan berada di kisaran 10 hingga 20 persen untuk seluruh penginapan dan hotel.

“Ada yang dibatalkan, adapula yang ditunda hingga situasi aman. Rata-rata tamu takut karena situasi Gunung Merapi meningkat jadi waspada. Kami tidak masalah, karena memang situasinya seperti ini,” kata Heribertus Rabu (23/5).

Penundaan dan pembatalan terasa pascaerupsi freatik Merapi pada 11 Mei 2018. Hanya saja, saat itu belum mengalami penutunan drastis. Terbukti malam harinya (11/5) masih tercatat banyak tamu yang menginap di Kaliurang. Bahkan saat weekend 18 Mei hingga 20 Mei tetap ada tamu, meski tidak banyak.

Heribertus menjelaskan menurunnya angka menginap adalah wajar. Terlebih saat ini memasuki low season karena bertepatan Ramadan. Fase ini diakuinya kerap terjadi setiap tahun. Peningkatan kunjungan mulai kembali terasa memasuki masa libur lebaran.

Berdasarkan data asosiasi, tercatat 303 penginapan di kawasan Kaliurang. Adapula dua hotel berbintang dan 40 hotel nonbintang seperti vila dan wisma. Jumlah ini belum termasuk pondok wisata.

“Setiap tahun pada Ramadan memang menurun karena low season. Tapi penurunan kali ini lebih ekstra karena ada erupsi Merapi. Daya tampung keseluruhan penginapan mencapai 4.000 hingga 5.000 dengan 2.000-an kamar,” ujarnya.

Ketua Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM) sisi barat Dardiri mengakui ada penurunan angka wisatawan. Sejak meningkatknya status Merapi jumlah kunjungan anjlok. Hal ini berimbas pada operasional jip wisata kawasan Kaliurang dan Kaliadem.

Menurunnya kunjungan bukan berarti operasionalisasi jip berhenti total. Para operator tetap melayani wisatawan yang memesan jasa jip wisata. Hanya saja ada rute khusus dengan menghindari wilayah radius tiga kilometer dari puncak Merapi.

“Rutenya tidak sampai kawasan Kaliadem, hanya sampai Museum Sisa Hartaku, Batu Alien lalu manuver air di Kalikuning. Penurunan mungkin juga karena bertepatan dengan puasa Ramadan,” katanya. (dwi/iwa/mg1)