SLEMAN- PSS Sleman bisa kembali fokus untuk mempersiapkan tim di lanjutan Liga 2 musim 2018 ini. Tim tidak lagi terkendala dengan kekosongan posisi pelatih definitif setelah Seto Nurdiantoro resmi menjadi pelatih kepala menggantikan Herry Kiswanto yang mengundurkan diri.

Kepastian itu didapat setelah klub mengadakan rapat Rabu malam (23/5). Hasilnya Seto mau menjadi pelatih kepala PSS. Manajer PSS Sleman Sismantoro mengatakan, opsi memilih Seto menjadi pelatih kepala adalah salah satu pilihan aman. Ketimbang tim harus mencari pelatih baru di tengah kompetisi, yang berisiko harus kembali melakukan adaptasi.

Menurut manajemen, eks gelandang Timnas Indonesia itu dinilai sudah memahami karakter tim dan juga paham pendekatan dengan para pemain. “Progres tim di dua pertandingan yang ditangani Seto juga positif,” jelasnya Kamis (24/5).

Hal ini bukan yang pertama kalinya bagi Seto. Sebab pada musim 2016 lalu, Seto pernah dipercaya menangani tim saat berkompetisi di ISC-B. Hasilnya, Seto membawa PSS hingga partai final melawan PSCS Cilacap di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara. Ketika itu di partai puncak, menjadi antiklimaks bagi Super Elang Jawa karena kalah tipis setelah saling berkejaran skor 4-3.

Karir kepelatihan Seto dirintis saat menjadi pemain sekaligus asisten pelatih Sajuri Syahid di Persiba pada musim 2010-2011. Ketika itu Laskar Sultan Agung berhasil menjuarai Divisi Utama musim itu. Seto kemudian menukangi PSIM Jogja pada musim 2013 hingga 2015. Namun hanya aktif di musim 2013-2014 sebab kompetisi 2015 terhenti di tengah jalan.

Setelah hengkang ke PSS, musim ini menjadi tahun ketiga eks Pelita Solo itu berada dalam tim kepelatihan tim yang bermarkas di Stadion Maguwoharjo itu. Pada musim 2017, dia menjadi asisten Freddy Mully yang membawa laju tim hingga babak 16 besar. Sementara di awal 2018, dia kembali memilih menjadi asisten pelatih PSS di bawah Herry Kiswanto.

Seto saat ini telah mengantongi lisensi kepelatihan A AFC. Selain itu, pada tahun ini pula dia mengikuti kursus kepelatihan AFC Pro bersama dengan pelath-pelatih senior. Kondisi tersebut yang sebelumnya menjadi pertimbangan dirinya sebelum menerima kesepakatan manajemen PSS menjadi pelatih kepala.

Ya, seperti tidak bisa menolak tawaran manajemen, Seto Nurdiantoro akhirnya mau menerima pinangan untuk menjadi pelatih kepala PSS. Dia menilai, kepercayaan tersebut akan menjadi tantangan tersendiri untuk mempersembahkan yang terbaik bagi tim. “Ya karena materi tim ini kan warisan pelatih sebelumnya. Kami harus pandai-pandai mengolahnya agar jadi lebih bagus. Perlu kerja keras,” katanya kepada Radar Jogja.

Dia menilai, Ahmad Hisyam Tolle dkk masih terus berproses. Karena itu beberapa kelemahan tim masih juga terlihat di lima pertandingan awal Liga 2 lalu. Seperti organisasi permainan yang belum matang, kelemahan di lini belakang sehingga masih menyisakan celah-celah di pertahanan. Winger dan lini tengah juga menurutnya belum bisa kreatif secara maksimal menciptakan peluang. “Defense, finishing masih kurang. Tentu pelan-pelan akan kami perbaiki,” tuturnya.

Dalam latihan kemarin, Seto juga mulai memberikan materi fisik, teknik, dan taktik pada Hisyam Tolle dkk dalam latihan yang berlangsung selama 90 menit tersebut.Asisten Pelatih PSS Sleman Danilo Fernando dan pelatih fisik Komarudin mengamati para pemain ketika menjalani latihan fisik dengan berlari setengah putaran dengan kecepatan tetap.

Setelah itu latihan dilanjutkan dengan feelling ball, passing, dan game setengah lapangan dengan dua gawang kecil. Usai latihan, Seto membeberkan, kondisi pemain di hari pertama latihan Ramadan cukup memuaskan meski sempat ada penurunan.”Kondisi pemain cukup bagus meskipun ada penurunan tapi tidak terlalu drastis. Saya puas karena para pemain ini selama libur satu minggu sepertinya cukup menjaga kondisi,” ungkapnya.

Pelatih menghitung, waktu latihan tersisa 18 kali setelah dikurangi libur satu hari dalam satu minggu sebelum Lebaran. Kesempatan yang ada akan digunakan untuk mencoba latihan mematangkan taktik.”Yang jelas saya ingin tim ini dalam setiap pertandingan harus mendominasi. Artinya kita yang menentukkan jalannya pertandingan,” tegasnya.

Dengan naiknya Seto menjadi pelatih kepala, bisa jadi PSS memerlukan satu lagi asisten pelatih. Namun dia masih akan melihat perkembangan dalam beberapa waktu ke depan. Sementara ini dalam tim kepelatihan ada Danilo Fernando, Komarudin dan Listianto Raharjo sebagai asisten. “Belum bisa memastikan, kalau nanti dibutuhkan mungkin akan kami cari. Sementara dengan yang ada saat ini dulu,” bebernya. (riz/din/mg1)