Sepatu rajut masih banyak peminatnya. Selain bentuknya yang unik, sepatu rajut juga nyaman dipakai. Dan tentu saja, harganya sangat terjangkau. Karena itu pula, Sujilah warga Bambanglipuro ini tetap bersemangat menekuni usaha sepatu rajut.

“Awalnya merajut untuk mengisi waktu luang. Tetapi lama-kelamaan ada peluang yang menjanjikan,”katanya di sela mengikuti Bambanglipuro Ekspo di Kecamatan Bambanglipuro, Sabtu (12/5). Awalnya, dibantu Erlinda Rahayu anaknya, dia hanya mampu memroduksi 10 buah. Mereka juga mencari informasi ke kantor kelurahan dan kecamatan untuk bisa mengikuti pameran-pameran. Sejak saat itu, mereka akhirnya sering ikut pameran-pameran di berbagai tempat.

Sejak saat itu, mereka juga mulai menyuplai ke sejumlah toko besar. Dampaknya, omzetnya ikut naik. Mayoritas adalah para pemilik showroom, tetapi tidak bisa produksi sepatu sendiri. Sempat turun omzet, mereka mulai menggencarkan pemasaran barang via media sosial. Sehingga sedikit demi sedikit banyak pesanan datang dan omzet perlahan naik.

Sepatu buatan Suji dan Erlinda dobanderol dengan harga Rp 70 ribu untuk sepatu kecil. Paling tinggi harga Rp 150 ribu untuk bentuk sepatu hak tinggi atau wegdes. “Yang paling gampang buatnya wedges. Kalau hak tinggi masih kesulitan. Paling laris sepatu ibu-ibu kantoran,” jelas Erlinda. (cr2/din/mg1)