JOGJA – Erupsi freatik Merapi memberikan dampak buruk bagi kesehatan warga sekitarnya. Terutama efek dari abu vulkanik gunung berapi.

Guna meminimalisasi ekses negatif tersebut Palang Merah Indonesia (PMI) siap mengerahkan seluruh kemampuannya untuk membantu warga terdampak. Termasuk mengerahkan seluruh personelnya jika sewaktu-waktu terjadi letusan yang lebih besar.

Pada rapat koordinasi (rakor) yang dilakukan di Markas Besar PMI DIJ kemarin, Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI DIJ Arif Rianto Budi Nugroho mengatakan saat ini kebutuhan personel masih bisa ditangani PMI Sleman.

“Namun karena adanya peningkatan status Merapi maka PMI di seluruh DIJ terutama yang berdekatan dengan daerah terdampak kami minta bersiap. Mulai kebutuhan logistik hingga tenaga medis,” ujar Arif.

Sekertaris PMI Sleman Sarijan mengatakan saat ini penanganan kebencanaan Merapi sudah cukup dibantu PMI Bantul dan beberapa relawan. Sedangkan bentuk penanganan di lokasi berupa pendampingan psikologis.

Sebagian warga sekitar Merapi masih mengalami trauma saat terjadi letusan Merapi pada 2010. “Kami sudah menyiapkan segala bentuk penanganan dari efek abu vulkanik. Seperti penyediaan masker dan obat tetes mata,” ujar Sarijan. (cr5/iwa/mg1)