BANTUL – Masyarakat perlu berhati-hati dan selektif saat berbelanja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ini menyusul temuan Dinas Kesehatan dan Satpol PP Bantul saat menggelar operasi Rabu (23/5). Dalam operasi yang menyasar dua toko retail ini, tim gabungan mendapatkan puluhan makanan dan minuman (mamin) tak layak konsumsi.

Operasi pertama menyasar toko retail Belva di wilayah Potorono, Banguntapan. Di toko ini, tim gabungan mendapatkan puluhan mamin kedaluwarsa. Di antaranya, empat belas bungkus roti tawar, dua puluh bungkus sandwich, empat bungkus Buavita, dan dua bungkus susu. Tim gabungan juga mendapatkan minuman dengan kemasan rusak.

Temuan operasi kedua juga hampir serupa. Di toko BP Grosir yang terletak di Jalan Wonosari Desa Mantup, Banguntapan, tim gabungan menemukan mamin tak layak konsumsi. Baik karena kedaluwarsa maupun kemasannya rusak.

Kepala Seksi Farmasi Makanan Minuman Dinkes Bantul Antin Sarwitri mengungkapkan, mamin kedaluwarsa maupun berkemasan rusak tak layak konsumsi. Kualitasnya tak terjamin. Sebab, berpotensi terkontaminsasi bakteri. Juga, terkontaminasi reaksi kimia dari bungkus produk. Dampak terburuknya, dapat mengganggu kesehatan bila dikonsumsi.

“Sehingga tak boleh diperjualbelikan,” tegas Antin di sela operasi.

Kendati terbukti menjual mamin tak layak konsumsi, Antin mengungkapkan, tim gabungan tidak memberikan peringatan. Tim gabungan hanya memberikan pembinaan agar mereka tidak menjual lagi mamin tak layak konsumsi. Plus, membuat surat pernyataan.

“Kalau nanti menjual lagi baru kami berikan peringatan,” ucapnya.

Saat operasi, tm gabungan juga memerhatikan penataan berbagai barang dagangan di etalase. Menurutnya, penataan produk dapat berpengaruh terhadap kualitas. Misalnya, penganan tak boleh berdekatan dengan sabun maupun produk berbau tajam.

Guna memberikan jaminan kepada konsumen, Antin berjanji bakal mengintensifkan operasi serupa selama Ramadan. Setidaknya operasi bakal menyasar ke seluruh kecamatan se-Bantul.

“Sasarannya toko dan pasar tradisional,” tambahnya.

Kepala Seksi Ketertiban Umum Satpol PP Bantul Sunarto mengatakan, operasi ini sebagai bentuk penegakan Undang-undang No. 18 /2012 tentang Pangan dan Undang-undang No. 08/1999 tentang Perlindungan Konsumen. Karena itu, tim gabungan bakal terus menggencarkan operasi ini. Terutama, selama Ramadan hingga Lebaran.

“Ini terkait dengan kesehatan dan perlindungan konsumen,” tegasnya. (cr2/zam/mg1)