MUNGKID- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Magelang melakukan gerak cepat mengantisipasi kenaikan status Gunung Merapi akibat letusan freatik. Selain membagikan masker, mereka juga telah menyiapkan Tempat Evakuasi Akhir (TEA) dengan membersihkannya.

Plt Kepala BPBD Pemkab Magelang Edy Susanto menjelaskan, hingga Rabu (23/5) sudah membagikan 44.700 masker. Tetapi bukan itu masalahnya.”Kami ingin menciptakan masyarakat yang tanggap bencana dan tangguh,” jelasnya.

Pria yang sehari-harinya menjabat kepala Dinas Pariwisata tersebut menjelaskan, hingga saat ini belum ada pengungsian. Karena ada prosedur untuk pihaknya bisa membuka tempat pengungsian. Sebab, protapnya, pada status “Siaga” masyarakat mengungsi atau diungsikan.

Namun demikian, pihaknya telah melakukan kesiapsiagaan menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi dari aktivitas Gunung Merapi. Dari mulai Puskesmas, TEA, gedung pemerintahan hingga personel siap menghadapi kemungkinan yang terjadi. “Termasuk menyiapkan 17 TEA dengan sekarang sudah mulai dibersihkan. Kapasitasnya masing-masing 500 orang. TEA tersebar di enam kecamatan antara lain Srumbung, Salam, Ngluwar, Muntilan, Mungkid, dan Borobudur,” jelasnya.

Edi menyebutkan, berdasarkan data 2017, sebanyak tiga kecamatan meliputi 19 desa di sekitar Gunung Merapi yang masuk kategori rawan bencana erupsi, yaitu Kecamatan Srumbung, Sawangan, dan Dukun. Ada sekitar 46.616 jiwa penduduk yang tinggal di wilayah tersebut.

“Hari ini kami sudah memerintahkan petugas untuk mempersiapkan dan membersihkan seluruh tempat-tempat penampungan bagi warga. Agar ketika warga harus mengungsi dapat mendapatkan tempat penampungan yang sudah siap,” ungkapnya.

TEA sendiri tidak terlihat tidak maksimal. Mengingat sudah beberapa tahun tidak dipergunakan. Seperti yang terjadi di TEA Candirejo, Kecamatan Borobudur. Menurut Kasi Kesra Desa Candirejo, Ahmad Imam Tauhid, pada bangunan tersebut ada kerusakan seperti pada bagian plafon bangunan yang berlubang, kondisi kamar mandi yang kotor, listrik, dan air yang tidak menyala.”Kami sudah berkoordinasi dengan Pemkab Magelang untuk segera melakukan perbaikan pada sejumlah fasilitas yang mengalami kerusakan tersebut,” tandasnya. (dem/din/mg1)