Ya Robbi bukan harta, membuatku bahagia

Ya Robbi bukan leluhur, membuatku mulia

Ya Robbi bukan tahta, membuatku tenang jiwa

Ke mana aku sandarkan diri, hanya pada Ilahi

Aku menghamba, cukup hanya Allah

Ini adalah penggalan lirik nasyid berjudul Hanya Allah yang dilantunkan Deni Aden di Masjid Jogokaryan, Kamis (17/5) lalu. Pria kelahiran Bandung 18 Juni 1980 ini merupakah salah satu penyanyi nasyid yang popular di Tanah Air saat ini.

Di setiap lagu-lagu yang dibawakan, Aden selalu mengajak umat muslim untuk selalu ingat kepada Allah. Nasyid, menurut Deni adalah suatu metode untuk berdakwah. Ya, berdakwah lewat bermusik. “Pendengar nyanyian nasyid selain terhibur juga akan mendapat perasaan positif ketika mendengarkannya,” jelasnya.

Deni yang sudah 18 tahun melakukan dakwah lewat nasyid ini. Selain menyinggahi kota-kota di Tanah Air, Deni juga melanglang buana ke beberapa negara, seperti Malaysia,Macau, Brunei, dan beberapa negara lain.

Baginya, meskipun nasyid juga hiburan, tetapijuga harus punya sisi yang positif dan bermakna. Yakni isinya harus dapat mengajak umat manusia untuk berdamai serta mensyukuri apa yang telah diberi Allah.”Islam adalah agama yang indah, dan nasyid adalah salah satu cara menyampaikannya,” ungkapnya.

Deni mengakui, sebelum bernasyid dia menekuni profesi sebagai penyanyi café dan membentuk grup band. Tetapi semua itu berubah ketika dia mengenal nasyid. Dia merasakan bahwa nasyid punya manfaat yang besar untuk dirinya dan seluruh umat Islam. (cr5/din/mg1)