AKALPA: Izzad menunjukkan produk jam tangan yang terbuat dari buah Kokka. Jam tangan dari Kokka nampak elegan dan trendi. Kayu Kokka itu tipikalnya berminyak. Jadi, semakin lama dipakai, tampilan jam akan semakin mengilat. (AKALPA FOR RADAR JOGJA)

DARI TIMTENG: Beginilah penampakan buah Kokka utuh. (AKALPA FOR RADAR JOGJA)
KERAS: Proses pembuatan jam dari buah Kokka harus menggunakan mesin CNC. (AKALPA FOR RADAR JOGJA)

Kampung Mlangi bukan hanya terkenal dengan Kampung Pesantren. Kampung Mlangi ini juga melahirkan pelaku ekonomi kreatif. Satu di antaranya Khoiruzzad. Tangan kreatifnya menciptakan jam tangan yang terbuat dari buah pohon Kokka.

Pria yang akrab disapa Izzad ini menuturkan, bahan baku jam ini dia datangkan langsung dari Timur Tengah. “Sebab, pohon ini tumbuhnya hanya di Timur Tengah,” jelasnya.

Ya, untuk membuat satu jam tangan, dia menggunakan buah Kokka. Namun, yang menjadi masalah pohon Kokka hanya berbuah setelah berumur 50 tahun. Itu juga yang menjadi alasan harga jam tangan yang dia beri label Akalpa ini relatif mahal harganya. “Untuk saat ini berkisar Rp 800 ribu,” bebernya.

Meskipun mematok harga relatif tinggi, dia tidak khawatir jam tangan karyannya ini tidak laku. Malah sebaliknya, banyak peminat dari luar negeri yang meminati jam tangannya. “Ada yang dari Malaysia. Bahkan Kairo, Mesir,” tambahnya.

Usaha yang dia rintis sejak 2017 itu, kini semakin berkembang. Buktinya, dalam sebulan dia mampu memproduksi hingga 20 buah. Meskipun harus bersaing dengan jam tangan dari kayu yang banyak dijual di pasaran, dia tetap optimistis karena jam tangannya memiliki keunikan tersendiri. “Kayu Kokka itu tipikalnya berminyak. Jadi, semakin lama dipakai, tampilan jam akan semakin mengilat,” jelasnya.

Selain itu karakteristik dan tekstur Kokka berbeda dengan kayu lainnya. Kayu Kokka ini sangat keras. Jadi, bisa digaransi, jam produksinya juga awet. Maka dari itu proses pembentukkan jam harus menggunakan mesin CNC.

Keunikan lain dari jam tangannya dapat menambah kesehatan walaupun menurutnya hal itu masih harus dikaji lebih dalam lagi. Selain itu kayu Kokka juga dipercaya dapat menghalau hantu. “Saya pernah membuktikannya,” tegasnya.

Ke depan dia juga ingin mengembangkan usahanya dengan membuat frame kaca mata yang terbuat dari kayu. “Tujuannya juga agar dapat membuat lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar,” harapnya. (cr4/din/mg1)