Selain mencoba memperbaiki tim, program Seto selama jeda kompetisi adalah mengadakan ujicoba bagi tim. Hal itu sebagai upaya pelatih melihat perkembangan organisasi permainan tim sampai sejauh mana. Rencananya, ujicoba tim akan digelar setiap hari Jumat atau bisa sepekan dua kali. Salah satu yang sempat mencuat adalah keinginan menjajal Timnas Indonesia U-19.

“Kemarin sempat ada slentingan ke arah sana, tapi saya dengar timnas hanya sekali uji coba dengan Persis Solo. Tapi saya pikir kalau ada ajakan lawan timnas ya saya mau. Kami akan belajar dari sana. Tapi sejauh ini memang belum ada pembicaraan yang intensif,” ujar Seto.

Menjajal Egy Maulana Vikri menjadi prioritas utama tim. Selain untuk melihat permainan tim, juga sebagai upaya meningkatkan mentalitas dan kepercayaan diri pemain. Jika memang tidak memungkinkan, maka tim akan berencana mencari lawan ujicoba yang lain.”Manajemen lagi mencari yang pas, bisa formatnya home atau away. Jika tidak mendapat yang selevel kami maksimalkan dengan tim lokal,” imbuh Seto.

Di sisi lain, Manajer PSS Sismantoro menyebut ada beberapa tawaran uji coba yang masuk, disebut-sebut mulai dari Persibo Bojonegoro hingga Persis Solo. Namun manajemen PSS Sleman membuka peluang untuk menggelar uji coba dengan timnas U-19 yang kini tengah menjalani pemusatan latihan (TC) di Jogjakarta. “Kami akan komunikasi dengan mereka (Timnas U-19), terlebih mereka di sini juga sampai akhir bulan,” ungkapnya.

Sismantoro mengungkapkan, keinginannya untuk beruji coba kontra timnas U-19 menjadi agenda yang disusun untuk mengisi jeda kompetisi di bulan ramadan. Selain uji coba melawan tim-tim lokal nantinya. “Kami rencanakan untuk menggelar satu kali uji coba di Stadion Maguwoharjo. Sementara uji coba lainnya mungkin hanya melawan tim lokal saja. Ini untuk menjaga sentuhan bola, memperbaiki kekurangan yang masih ada, sekaligus mematangkan permainan anak-anak sebelum kompetisi kembali dimulai,” bebernya. (riz)