SLEMAN – Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Sleman Sigit Endarto mengatakan sudah siap 24 jam mengantisipasi bencana Gunung Merapi. Melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana), Dinsos Sleman mengirimkan bantuan logistik berupa 39 paket peralatan mandi dan bahan makanan ke barak pengungsian di Glagaharjo kemarin (23/5).

Peralatan mandi tersebut meliputi handuk, sabun, pasta gigi, sikat gigi, sarung, dan selimut. “Dari BPBD melaporkan kekurangan alat mandi di barak, khususnya warga yang baru saja dievakuasi dari pedukuhan Klangon,” kata Kepala Seksi Bantuan Sosial Dinsos Sleman Budi Winarno kepada Radar Jogja kemarin.

Saat ini penanganan kebencanaan dari Dinsos Sleman dan Tagana fokus pada kebutuhan logistik dan dapur umum. Nantinya personel Tagana ada yang menjadi pendamping psiko-sosial di barak-barak pengungsian. Terdapat 123 personel Tagana yang disiagakan.

Di hari yang sama dikirimkan juga tenda darurat dan dapur umum lapangan ke Desa Argomulyo untuk kesiapsiagaan. Sewaktu terjadi peningkatan status, dapur umum lapangan segera dikirim dimana dibutuhkan.

“Untuk dibangun dimana nanti kami lihat radius jarak yang ditentukan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). Mudah-mudahan tidak seperti 2010, dulu sudah disiapkan di atas, akhirnya pindah ke Maguwoharjo,” kata Sigit.

Pihaknya mengimbau relawan saling mendukung agar benar-benar bisa menjalankan mitigasi. “Sudah terkondisi cukup baik, dari evakuasi pertama kemarin beberapa relawan bergerak ke sana,” kata Sigit.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIJ Biwara Yuswantana membenarkan menipisnya stok perlengkapan mandi dan makanan di barak. “Kami sudah koordinasi dengan Sleman untuk menambah =stok,” kata Biwara.

BPDB mengirimkan 15 paket family kit dan 100 permakanan ke Glagaharjo. Biwara mengatakan yang menjadi perhatian saat ini adalah bagaimana membuat warga tetap tenang.

“Karena lihat masih adanya trauma warga dari memori letusan Merapi 2010,” ungkap Biwara. Di sisi lain, dia melihat warga sekitar sudah memiliki kesadaran untuk evakuasi secara mandiri. (cr3/iwa/zl)