SLEMAN – Aktivitas erupsi minor terjadi Kamis dini hari (24/5). Tercatat letusan terjadi pukul 02.56 dengan durasi empat menit. Ketinggian kolom letusan tergolong tinggi hingga 6.000 meter.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan membenarkan informasi ini. Berdasarkan pengamatan dan arah angin, dampak letusan mengarah barat. Untuk itu dia meminta warga waspada dengan tetap mengenakan masker saat beraktivitas luar ruang.
“Benar ada letusan dini hari ini, sementara tim di posko utama penanggulangan erupsi Merapi telah waspada. Termasuk tim relawan yang berada di lapangan,” jelasnya, Kamis dini hari (24/5).

Sayangnya aktivitas ini tidak bisa terawasi langsung, baik pandangan mata maupun CCTV. Penyebabnya kondisi puncak Merapi tertutup kabut tebal. Terkait status Merapi, hingga detik ini masih dalam level II atau Waspada.

Makwan mengimbau agar masyarakat tidak panik. Anjuran ini sekaligus bertujuan agar warga tetap beraktivitas seperti biasa.

“Gunakan alat pelindung diri (APD) apabila beraktivitas di luar ruang berupa masker, kacamata, jaket, penutup kepala dan alas kaki. Ikuti arahan petugas yang ada dilapangan bila terjadi situasi darurat,” katanya.

Makwan juga meminta warga bijak mengonsumsi informasi. Berkembangnya situasi kerap dimanfaatkan dengan beredarnya informasi hoax. Ini tentu berimbas terhadap keresahan warga atas info yang beredar.

“Cermati berita dan informasi yang beredar, kenali teliti dan cermati info, sumber, waktu dan captionnya. Info resmi hanya melalui BPPTKG Jogjakarta, BPBD dan TNGM,” ujarnya. (dwi/ila/mg1)