SLEMAN – Pelaksanaan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) berlangsung serentak secara nasional Selasa (22/5). Dari 57 PTKIN yang tersebar di seluruh Indonesia, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka) menjadi kampus negeri Islam yang paling banyak peminatnya.

“UIN Suka secara rasio daya tampung dan peminat menduduki urutan pertama dari 57 PTKIN di Indonesia. Jogja menduduki peringkat pertama, tapi kalau banyaknya pendaftar, Jakarta lebih banyak. Karena memiliki 31 prodi, sementara Jogja hanya 24 prodi,” kata Panitia Lokal DIJ UM-PTKIN Sutrisno di UIN Suka Selasa (22/5).

Wakil Rektor I UIN Suka tersebut mengatakan secara nasional prodi favorit dimiliki Perbankan Syariah. Namun di Jogjakarta yang menjadi urutan pertama adalah Pendidikan Agama Islam dengan jumlah pendaftar 1.886.

Urutan kedua Perbankan Syariah dengan pendaftar 1.337 orang. Urutan ketiga Komunikasi dan Penyiaran Islam dengan pendaftar sebanyak 1.304 orang.

Sutrisno menilai tingginya peminat PAI karena prodi tersebut sudah terakreditasi internasional. Sudah ada jenjang keilmuan di Prodi S2 PAI dan S3 PAI.

Ketua Admisi UIN Suka Ridwan mengatakan pihaknya menyediakan 24 prodi dengan kuota 663 kursi. Sementara yang memilih masuk ke kampus ini mencapai lebih dari 17 ribu dengan kenaikan peminat sebanyak 6.000 pendaftar dari tahun sebelumnya.

Ketua Panitia Pusat UM-PTKIN Musafir Pababbari mengungkapkan total peserta yang mengikuti ujian masuk ini sebanyak 103.444 orang. Angka peserta ujian tersebut sudah melampaui target yang semula diprediksi 90.000 peserta.

“Sebanarnya yang sudah mendaftar 105.331 orang. Namun yang sudah melakukan cetak kartu dan validasi hanya 103.444. Pendaftar didominasi perempuan sebanyak 68.168 peserta dan laki-laki 35.258 peserta,” paparnya.

Dalam ujian kali ini, ada 3.508 peserta yang mengikuti ujian Computer Based Test (CBT). Sisanya melalui ujian tulis berbasis cetak.

Prodi syariah yang banyak diminati adalah Prodi Perbankan Syariah. Disusul Ekonomi Syariah, Manajemen Syariah dan Pendidikan Agama Islam (PAI).

“Banyaknya minat calon mahasiswa memilih prodi syariah adalah indikator keberhasilan Kementerian Agama menumbuhkan pemahaman syariah. Akhirnya masyarakat punya persepsi tinggi terhadap syariah,” tuturnya. (ita/iwa/mg1)