(JAUH HARI WAWAN S/RADAR JOGJA)

SLEMAN-Perseteruan TNI AD dan keluarga Alm Samuel Sugito terhadap tanah seluas 9.000 m2 dan empat bangunan di atasnya mencapai puncaknya. TNI-AD melalui Korem 072/PMK melakukan pengosongan Wisma Kaliurang di Jl Hastonegoro RT 08 Kaliurang Selasa (22/5).

Perseteruan itu bermula ketika Samuel Sugito mendapatkan mandat untuk mengelola Wisma Kaliurang sejak tahun 1986 oleh Danrem 072/PMK. Namun dalam praktiknya Sugito malah berupaya untuk menguasai bangunan tersebut.

Menurut Kasilog Korem 072/PMK Kolonel Inf I Made Alit Yudana bangunan wisma tersebut merupakan bangunan milik TNI AD sejak zaman Belanda. Selain itu, bangunan tersebut telah resmi sebagai inventaris milik TNI.

Made Alit mengatakan pihaknya berulang kali mengirim surat peringatan kepada keluarga Alm Sugito. Namun tidak mendapat respons positif.

Dia pun akhirnya terpaksa melakukan pengosongan dan mengambil kembali hak atas bangunan tersebut. “Kami tidak mengambil alih tanah, karena itu Sultan Ground. Kami hanya mengambil alih bangunan,” kata Made.

Dia juga mengatakan telah menerima surat gugatan dari pihak keluarga. “Silakan saja, yang penting bisa membuktikan lewat data,” kata Made Alit.

Kuasa Hukum keluarga Alm Samuel Soegito Kuswandi terkejut atas eksekusi bangunan tersebut. Menurut dia, belum ada surat perintah atau berita acara yang dikeluarkan terkait eksekusi.

Ya seperti diusir, tidak disediakan rumah tinggal sementara,” kata Kuswandi.

Dia menyayangkan sikap TNI yang menurutnya semena-mena melakukan eksekusi. Mewakili kliennya, dia menyerahkan kasus tersebut lewat jalur pengadilan.

“Kami telah melayangkan gugatan ke pengadilan tertanggal 14 Mei 2018,” kata Kuswandi.

Dia berharap proses pengadilan segera berjalan dan polemik kepemilikan bangunan segera berakhir. “Minggu depan harusnya sudah mulai persidangan,” kata Kuswandi. (cr4/iwa/mg1)