JOGJA – Dalam sehari (23/5) Gunung Merapi terpantau dua kali kembali mengeluarkan letusan freatik. Bahkan diikuti dengan beberapa kali kegempaan. Tapi hingga malam ini status Merapi masih dipertahankan dalam level II atau Waspada.

Menurut Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG Jogjakarta Agus Budi Santoso, pemantauan pada 23 Mei dari pukul 00.00 hingga 18.00 terjadi dua kali letusan freatik. Yang pertama pada pukul 03.31 dengan durasi empat menit dan amplitudo maksimum 55 mm serta tinggi kolom 2.000 meter mengarah ke barat.

Sedang letusan kedua pada pukul 13.49, yang berdasarkan rekaman seismik tercatat amplitude maksimum 70 mm dengan durasi dua menit. Juga terdengar suara gemuruh dari Pos PGM Badan. Dampaknya terjadi hujan abu tipis di seputar Pos PGM di Ngepos, Srumbung Magelang. “Tapi tinggi kolom letusan tidak teramati dari semua pos PGM karena adanya kabut sepanjang hari yang menghalangi pemantauan,” tuturnya dalam jumpa pers di kantor BPPTKG.

Untuk data kegempaan dari pukul 00.00-18.00 juga tercatat satu kali vulkanotektonik, dua kali gempa tektonik dan tiga kali gempa multiphase (MP). Agus mengatakan, hal itu menunjukkan jika aktivitas di dalam Merapi masih tinggi. “Adanya gempa MP menunjukkan masih ada tekanan tinggi di dalam gunung,” ungkapnya.

Begitu pula dengan adanya gempa vulkanotektonik. Menurut dia, gempa vulkanotektonik seperti halnya gempa tektonik, yaitu karena adanya patahan. Tapi vulkanotektonik di gunung berapi terjadi karena ada bongkahan batu yang patah. Agus menyebut bisa dikarenakan tekanan magma maupun tekanan gas.

“Bukan berarti magma sudah sampai di permukaan, bisa juga karena ekses tekanan gas,” katanya.

Terjadinya gempa vulkanotektonik juga belum bisa dikatakan menjadi pertanda akan terjadinya erupsi magmatik. Terlebih terjadinya gempa vulkanotektonik saat ini masih sangat jarang. Menurut dia jika dibandingkan sebelum erupsi 2010 gempa vulkanotektonik bisa puluhan kali sehari. “Prekursor (gejala awal) sangat lemah sekali, kecil kemungkinan (magma) sudah sampai permukaan,” tuturnya. (pra/ila/mg1)