MUNGKID – Langkah antisipasi dilakukan Pemkab Magelang dengan naiknya status Gunung Merapi dari Normal ke Waspada. Mereka kini lebih mengintensifkan komunikasi dengan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian Geologi (BPPTKG) di Jogja. Tujuannya untuk memberikan mitigasi bencana kepada masyarakat.

“Agar penjelasan soal kondisi Merapi yang memang ranah BPPTKG, bisa kami bantu jelaskan ke masyarakat. Makanya perlu intensifkan komunikasi, lalu kami menjelaskan kepada masyarakat. Agar kawan-kawan di lapangan bisa menjelaskan kepada masyarakat untuk waspada, mengikuti petunjuk dari petugas,” kata Pjs Bupati Magelang Tavip Supriyanto kemarin (22/5).

Tavip didampingi Plt Kepala BPBD Pemkab Magelang Edy Susanto dan Camat Srumbung Taufiq Yahya melakukan peninjauan di Pos Pengamatan Gunung Merapi di Ngepos, sekitar 10 kilometer barat puncak Merapi. Langkah komunikasi ini tidak lepas dengan telah berulang kali petugas BPBD dan para relawan bencana Gunung Merapi bersama masyarakat telah melakukan pelatihan-pelatihan siaga bencana.

“Kalau statusnya naik menjadi `siaga, kami sudah siap turun ke lapangan ke tempat-tempat pengungsian,” ujarnya. Tidak hanya itu, BPBD juga telah membuka pusat informasi media. Informasi disebarluaskan melalui media sosial. Tujuannya untuk menyampaikan informasi seputar perkembangan Merapi.

“Dinas Kesehatan telah melakukan berbagai persiapan penanganan bencana Merapi. Pihak DPU juga sudah turun ke lapangan untuk mengecek dan selanjutnya melakukan berbagai perbaikan jalur evakuasi yang rusak di kawasan Gunung Merapi,” tuturnya.

Tavip membenarkan setelah status Merapi naik menjadi waspada, sejumlah warga Desa Kemiren, Kecamatan Srumbung, sempat akan meninggalkan rumahnya untuk mengungsi. “Memang sempat terjadi informasi simpang siur, namun kawan-kawan segera memberikan informasi secara jelas, sehingga belum terjadi pengungsian. Tetapi memang warga tetap diminta meningkatkan kewaspadaan,” jelasnya.

Ditambahkan petugas Pos Ngepos Srumbung Heru Suparwoko, hingga sekitar pukul 11.00 aktivitas Merapi yang terpantau dari tempat itu relatif landai. Sekitar 10 menit setelah letusan freatik pada pukul 01.47, di sekitar pos turun hujan abu relatif lebih tipis ketimbang sehari sebelumnya.

“Hujan abunya tipis, selama satu jam. Sampai saat ini landai-landai saja, angin di puncak cukup kencang ke arah barat,” tandas Heru. (dem/laz)