(DWI AGUS/Radar Jogja)

SLEMAN – Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) resmi menutup sejumlah objek wisata di kawasan lereng Merapi. Langkah ini menyusul penetapan status Gunung Merapi men jadi Waspada oleh BPPTKG Jogjakarta. Penutupan berlaku sejak 22 Mei hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan.
Koordinator Data dan Informasi Balai TNGM Susilo Ari Wibowo membenarkan adanya penutupan tersebut. Ditandai dengan keluarnya surat edaran yang ditandatangani oleh Kepala BTNGM Ammy Nurwati. Penutupan berlaku hingga objek wisata di Jogjakarta dan

(DWI AGUS/Radar Jogja)

Jawa Tengah.

“Pertimbangannya setelah peningkatan status 21 Mei lalu. Ditambah masih kerap terjadi freatik pasca erupsi 11 Mei. Ditutup sampai batas waktu yang belum bisa kami tentukan,” jelasnya, Rabu (23/5).
Penutupan objek wisata meliputi Tlogo Muncar dan Tlogo Nirmolo Kaliurang Pakem, Sleman. Kawasan objek wisata Cangkringan meliputi Panguk dan Plunyon. Ada pula objek wisata di Jawa Tengah seperti Deles Kemalang Klaten dan Jurang Jero, Srumbung di Magelang.

Langkah ini diambil sebagai upaya preventif bagi wisatawan. Fokusnya adalah keselamatan dan kenyamanan para wisatawan. Baik itu akibat erupsi maupun abu vulkanik yang terjadi pasca erupsi freatik.

Surat edaran ini juga berlaku untuk pendakian. Terhitung larangan pendakian melalui jalur Sapuangin Klaten maupun dari Selo Boyolali ditutup. Terkait batas waktu penutupan, TNGM tetap berkoordinasi dengan BPPTKG terkait situasi terbaru.

“Batas waktu penutupan jalur pendakian berlaku untuk pendaki maupun masyarakat umum. Tetap berdasarkan tinjauan aktivitas Merapi oleh BPPTKG. Langkah ini juga terjadi saat erupsi 11 Mei lalu,” ujarnya.

Sejak terbitnya surat edaran TNGM, sejumlah objek wisata sepi. Radar Jogja sempat mengunjungi objek wisata Tlogo Putri di Kaliurang. Hampir seluruh warung dan toko di tempat ini berhenti beroperasi. Bahkan gerbang menuju Tlogo Muncar juga ditutup. (dwi/ila/mg1)