SLEMAN – Status Waspada Gunung Merapi mulai berdampak pada aktivitas wisata di kawasan Kaliurang Kaliadem. Berdasarkan pantauan Radar Jogja terjadi penurunan drastis dibanding hari biasa. Dampak terbesar cukup dirasakan oleh pengelola hotel dan jip wisata.

Ketua Asosiasi Perhotelan Kaliurang Heribertus membenarkan adanya penurunan jumlah tamu. Beberapa bahkan telah membatalkan pesanan menginap di Kaliurang. Persentase pembatalan berada di kisaran 10 hingga 20 persen untuk seluruh penginapan dan hotel.

“Ada yang dibatalkan ada pula yang ditunda hingga situasi lebih aman. Rata-rata tamu takut karena situasi meningkat jadi Waspada. Kami juga tidak masalah, karena memang situasinya seperti ini,” jelasnya Rabu (23/5).

Penundaan dan pembatalan terasa pasca erupsi freatik 11 Mei. Saat itu belum mengalami penurunan drastis. Terbukti malam harinya (11/5), tercatat masih banyak tamu yang menginap. Bahkan saat weekend 18 hingga 20 Mei tetap ada tamu meski tidak banyak.

Heri, sapaannya, menjelaskan, menurunnya angka menginap bukan hal besar. Terlebih saat ini memasuki low season karena bertepatan dengan Ramadan. Fase ini diakui olehnya kerap terjadi setiap tahunnya. Peningkatan kunjungan mulai kembali terasa memasuki masa libur lebaran.

Berdasarkan data asosiasi tercatat ada 303 penginapan di kawasan Kaliurang. Ada pula dua hotel berbintang dan 40 hotel nonberbintang seperti vila dan wisma. Jumlah ini belum termasuk dengan pondok wisata.

“Setiap tahunnya pada Ramadan memang menurun karena low season. Tapi memang penurunan kali ini lebih ekstra karena ada erupsi Merapi. Daya tampung keseluruhan penginapan mencapai 4.000 hingga 5.000 dengan 2.000an kamar,” ujarnya.

Ketua Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM) sisi barat Dardiri mengakui ada penurunan angka wisatawan. Sejak meningkatnya status Waspada jumlah kunjungan anjlok. Hal ini tentu berimbas pada operasional jip wisata kawasan Kaliurang dan Kaliadem.

Menurunnya kunjungan bukan berarti operasional berhenti total. Para operator tetap melayani wisatawan yang memesan jasa jip wisata. Namun ada rute khusus dengan menghindari wilayah radius tiga kilometer dari puncak Merapi.

“Rutenya tidak sampai kawasan Kaliadem, hanya sampai Museum Sisa Hartaku, Batu Alien lalu manuver air di Kalikuning,” katanya. (dwi/ila)