GUNUNGKIDUL –Kekhawatiran Sekretaris Daerah Gunungkidul Drajad Ruswandono terhadap rendahnya disiplin aparatur sipil negara (ASN) terbukti. Selasa (22/5) dua ASN di lingkungan Pemkab Gunungkidul terjaring razia. Dalam razia yang digelar Satpol PP, dua abdi negara tersebut tertangkap basah keluyuran di Pasar Semin saat jam kerja.

Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Gunungkidul Sutrisno menegaskan, razia yang digelar instansinya sengaja menyasar kalangan ASN. Salah satu tujuannya untuk meningkatkan kedisiplinan. Kendati begitu, lembaga penegak perda ini belum menjatuhkan teguran tertulis. Kedua ASN yang terciduk razia ini hanya diberikan pembinaan.

“Kalau mengulangi kedua kalinya baru akan kami berikan teguran tertulis,” jelas Sutrisno usai razia.

Sebagaimana diketahui, Drajad berencana mengevaluasi pemberian tunjangan ASN. Itu dilakukan lantaran pemberian tunjangan belum mencerminkan asas keadilan. Rencananya, besaran tunjangan salah satunya bakal diukur melalui kedisiplinan ASN. Mengingat, tunjangan ASN di lingkungan pemkab saat ini bisa disebut merata. Walaupun kedisiplinan di antara sesama ASN berbeda.

Dalam kesempatan yang sama, Satpol PP juga memergoki beberapa pelajar keluyuran di Pasar Semin. Agar tak mengulangi lagi, Satpol PP memberikan pembinaan kepada para pelajar yang keluar kelas saat jam kegiatan belajar mengajar masih berlangsung ini.

“Razia juga menyasar pelajar,” ucapnya.

Nur Dwi Astuti, salah satu ASN yang terjaring razia tak dapat mengelak. ASN di lingkungan salah satu SMP di Kecamatan Semin ini berdalih pergi ke pasar hanya untuk membeli kain. Toh, tanggung jawab menunggu ujian di sekolah telah selesai, sehingga tak mengganggu pekerjaannya. Kendati begitu, dia tak menyanggah jarum jam menunjukkan belum waktu istirahat atau pulang.

“Ini mau kembali ke sekolah lagi,” kelitnnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Gunungkidul Dwi Warna Widi Nugraha menambahkan, razia yang digelar instansinya kemarin bersifat “palu gada”. Satpol PP tak hanya menyasar ASN maupun pelajar. Lebih dari itu, juga berbagai makanan tak layak konsumsi. Hasilnya, Satpol PP mendapatkan sejumlah makanan dan minuman kedaluwarsa yang masih diperjualbelikan.

“Sehingga kami mengimbau kepada pedagang agar hati-hati menjual makanan,” pesannya. (gun/zam/mg1)