(GRAFIS: HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA)

JOGJA – Kepala Perum Bulog Divre DIJ Akhmad Kholisun mengklaim stok beras yang ada di gudang saat ini mencapai 9.300 ton. Jumlah itu menjadi garansi ketersediaan komoditas utama kebutuhan masyarakat tersebut selama Ramadan dan Lebaran.

“Stok beras yang dikuasai Bulog saat ini sudah sangat cukup untuk beberapa bulan ke depan. Termasuk untuk antisipasi lonjakan harga,” ujarnya di sela kegiatan pasar murah di kantor Perum Bulog Divre DIJ Senin (21/5).

Adapun pasar murah tersebut menjual seribu paket beras premiun lima kilogram, minyak goreng satu liter, 1 kilogram gula pasir, dan 1 kilogram tepung terigu. Paket sembako senilai Rp 100 ribu itu dijual Rp 65 ribu.

Guna mengantisipasi lonjakan harga beras, lanjut Akhmad, Bulog telah menyiapkan operasi pasar menggunakan stok cadangan beras pemerintah (CBP). Cadangan beras ini berkualitas medium. Saat digelar operasi pasar dihargai di bawah harga eceran tertinggi (HET). “Di wilayah DIJ ini penjualan di tingkat eceran adalah Rp 8.950 per kilogram,” ungkapnya.

Sementara untuk pemenuhan komoditas lain selama Lebaran, Akhmad mengklaim, Bulog DIJ memiliki stok gula pasir 4 ribu ton dan minyak goreng 141 ribu liter. Selain itu daging sapi beku 200 kilogram.

Di tempat yang sama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setprov DIJ Budi Wibowo mengimbau masyarakat agar tidak khawatir soal beras. Selain stok di gudang Bulog, Budi mengklaim, pada 2018 akan ada tambahan cadangan beras mencapai 120 ribu ton. Itu berasal dari hasil panen 27 ribu hektare sawah. (pra/yog/mg1)