SLEMAN – Meningkatnya status Gunung Merapi dari Normal ke Waspada menjadi catatan tersendiri bagi BPBD Sleman. Mereka menyiagakan delapan barak pengungsian di wilayah lereng Gunung Merapi untuk menampung warga yang mengungsi sewaktu-waktu.

Barak pengungsian yang disiagakan yakni Balai Glagaharjo, Balai Desa Argomulyo, PNPM Glagaharjo, SD Tritis, Ngepring Purwobinangun – Titik Kumpul simpang empat Ngepring, Kaliurang Timur – Titik Kumpul (ruas jalan) Jalur Evakuasi, Balai Desa Umbulharjo, dan Balai Desa Wonokerto.

“Terhitung hingga pukul 03.30 ada delapan barak pengungsian yang disiagakan, tapi akan terus kami evaluasi berdasarkan situasi di lapangan yang terus berkembang,” jelas Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan, Selasa dini hari (22/5).

Upaya lain dengan penyiagaan tim BPBD Sleman dan tim relawan. Tim juga menyiagakan kendaraan guna mengangkut warga saat proses evakuasi. Penempatan kendaraan di sejumlah titik strategis antara perumahan warga dan titik evakuasi.

Makwan mengimbau, masyarakat tidak panik atas peningkatan status Merapi jadi Waspada. Dia meminta agar warga tidak menyebarkan informasi yang sifatnya meresahkan. Terlebih informasi-informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan keabsahannya.

“Jangan panik, termasuk dalam mengonsumsi dan membagikan informasi. Patuhi instruksi petugas yang ada di lapangan,” ujarnya.

Berdasarkan laporan dari Pusdalops BPBD DIJ yang bersumber dari BPPTKG, erupsi susulan Gunung Merapi terjadi pada 22 Mei 2018 pukul 01.47. Letusan berlangsung selama 3 menit dengan ketinggian asap 3.500 meter arah barat teramati dari pos PGM Babadan. Amplitudo seismik terukur 40 mm. (dwi/ila/mg1)