(GRAFIS: HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA)

BANTUL – Dua kemenangan beruntun atas PSMS Medan dan PSIS Semarang membawa PS Tira menapak ke papan tengah sementara Liga 1 2018. Selanjutnya, kans The Young Wariors, julukan PS Tira untuk terus merangsek ke papan atas kembali terbuka. Sebab tim yang akan menantang mereka di Stadion Sultan Agung Bantul, malam ini adalah tim yang saat ini masih menghuni zona degradasi, Perseru Serui.

Jika menang atas Serui di pekan kesepuluh tersebut, Manahati Lestusen dkk akan terus memperbaiki peringkat mereka di tabel klasemen. “Kami harus menang agar bisa naik ke papan atas. Tapi harus melalui pertandingan demi pertandingan dan setiap pertandingan selalu saya anggap penting. Siapa pun lawannya,” ujar pelatih PS Tira Rudy Eka Priyambada, Senin (21/5).

PS Tira saat ini berada di posisi ketujuh dengan koleksi 13 poin hasil empat kemenangan dan satu seri. Sementara calon lawannya, Perseru berada di papan bawah yakni di tempat ke-16. Namun, Rudy sudah mewanti-wanti anak asuhnya untuk tidak menganggap remeh calon lawannya itu. Sebab semua tim tetap berbahaya dan potensial untuk menjegal langkah timnya meraih kemenangan. “Perseru tim yang solid. Mereka satu-satunya tim dengan gol kemasukan paling sedikit di antara tim Liga 1. Sementara serangan balik mereka juga perlu diwaspadai,” tambahnya.

Perseru yang merupakan satu dari dua tim Papua yang berkompetisi di Liga 1 memang menjelma menjadi tim dengan pertahanan terliat untuk dibobol. Dari sembilan kali laga yang dimainkan, tim ini baru kebobolan lima kali, meski dari sisi produktivitas gol memasukan ke gawang lawan juga sangat minim yakni hanya tiga kali. “Dengan catatan seperti itu maka kami harus berpikir keras bagaimana membongkar pertahanan grendel mereka. Selain itu juga mewaspadai pemain mereka seperti Silvio Escobar yang cepat melakukan serangan balik,” ujar pelatih berlisensi A AFC itu.

Meskipun demikian, Rudy menyebut peluang anak asuhnya meraih tiga angka penuh dalam laga nanti terbuka lebar. Syaratnya, Manahati Lestussen dkk mampu bermain dengan baik, disiplin dan tidak banyak melakukan kesalahan elementer.

Kondisi pemain semua baik. Hanya satu dua saja yang bermasalah seperti Gustavo Lopes dan Dimas Drajat tapi sudah diberi treatment agar cepat pulih. Kalau main malam anak-anak ternyata lebih fresh dan menguntungkan timnya.”Bermain saat Ramadan tidak masalah dan mereka cepat beradaptasi,” jelasnya.

Pelatih Perseru I Putu Gede mengatakan, setelah kalah dari Barito Putra timnya langsung fokus untuk pertadingan melawan PS Tira. Dengan ketajaman lawan, dia berharap transisi dari offense ke defense pemainya bisa lebih berjalan lebih baik. “Kami telah bersiap dan melakukan evaluasi, kami berharap bisa mencuri poin di sini,” tuturnya. (riz/din/mg1)