JOGJA – Kemacetan lalu lintas selalu menjadi persoalan tiap musim libur di wilayah DIJ. Masalah itu juga kembali menuai sorotan Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X dalam menghadapi libur Lebaran mendatang.

HB X menyatakan, penanganan kemacetan memerlukan desain ulang jalur lalu lintas. Hal ini guna menghindarkan terjadinya penumpukan kendaraan di dalam kota. Pemasangan rambu-rambu baru di jalur alternatif juga penting. Agar pendatang yang masuk ke wilayah Jogja tak terjebak di jalur-jalur macet.

Itu berkaca pada pengalaman libur Lebaran dua tahun lalu.

HB X menilai, jurus pengalihan arus kendaraan melalui jalan alternatif seperti saat Lebaran tahun lalu cukup berhasil mencegah kemacetan di jalur-jalur utama dalam kota.

“Kendaraan dari Prambanan dan Kulonprogo yang akan masuk kota diperlambat. Sehingga yang crowded di situ, bukan di kota,” ujar HB X usai rapat Forkompinda DIJ membahas kesiapan Lebaran di Bangsal Kepatihan Senin (21/5).

Solusi lain menekan kemacetan dalam kota adalah memperluas jaringan informasi keberadaan jalur alternatif. Ini menjadi tugas Polda DIJ dan Dinas Perhubungan DIJ. Yakni membuat jalur-jalur alternatif menuju kawasan perkotaan lebih familiar bagi pemudik. Langkah ini direalisasikan dengan memperbanyak rambu petunjuk di jalur alternatif. Ditambah rambu-rambu portabel. Dengan begitu, kendaraan pemudik tak lagi memadati ring road.

“Beban ring road saat ini sudah cukup besar. jika semua kendaraan pemudik lewat sana semua tentu akan terjadi crowded,” ungkap Kapolda DIJ Brigjen Pol Ahmad Dofiri.

Kepala Dinas Perhubungan DIJ Sigit Sapto Raharjo memprediksi libur panjang Lebaran tahun ini berdampak pada peningkatan jumlah kendaraan pribadi yang masuk ke wilayah Jogjakarta.

Diperkirakan sebanyak 4,3 juta kendaraan bakal memadati DIJ, baik mobil maupun sepeda motor.

Sigit merinci, jumlah kendaraan yang akan memadati wilayah Jogjakarta, di antaranya, 2,7 juta sepeda motor dan 1,6 juta mobil pribadi.

Perkiraan tersebut naik sekitar lima persen dibanding musim libur Lebaran tahun lalu. Pada 2017 jumlah kendaraan pribadi yang masuk DIJ sebanyak 4,2 juta. Terdiri atas 2,6 juta sepeda motor dan 1,5 juta mobil.

Guna mencegah kemacetan di jalan utama menuju Jogjakarta, jalan jalur lintas selatan (JJLS) di kawasan proyek New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang saat ini ditutup bakal dibuka sementara. “Selama libur Lebaran dibuka hingga H+8,” ungkapnya.

Soal pengalihan arus lalu lintas, lanjut Sigit, pemudik tujuan Jogja diberi pilihan 13 jalur alternatif yang tersebar di wilayah Sleman, Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul.

Sigit juga memberi perhatian khusus pada jalur-jalur menuju destinasi wisata yang biasa dipadati pengunjung tiap liburan. Seperti Jalan Kaliurang (Sleman), Jalan Wonosari (Bantul), Jalan Piyungan (Bantul-Gunungkidul), dan Jalan Parangtritis (Bantul). (bhn/yog/mg1)