JOGJA – Pelatih Tim Nasional Indonesia U-19, Indra Sjafri mengaku bersyukur dari 28 pemain yang dipanggil TC di Jogja sudah bermain di klub. Hal itu memberikan keuntungan tersendiri bagi pelatih dalam membentuk tim. Sehingga tidak perlu melakukan pemusatan latihan jangka panjang. “Inilah yang membedakan timnas sekarang dengan era Evan Dimas dulu,” kata Indra Senin (21/5).

Menurutnya, pemain saat ini tidak lagi perlu banyak waktu untuk beradaptasi dengan metode pelatihannya. Selain juga karena beberapa pemain pernah berada dalam Timnas U-19 yang sempat dilatihnya sebelumnya. “Kami tidak TC jangka panjang. Karena semua pemain main di klub, bahkan beberapa di Liga 1. Hal itu pasti menguntungkan,” imbuhnya.

Pada era Evan Dimas, kata Indra, timnas yang membentuk pemain dan klub yang menikmati. Padahal menurutnya, seharusnya klub yang membentuk pemain dan timnas yang menikmati mengambil pemain. “Yang bagus seperti ini dan pemain terbentuk dengan kompetisi di klub,” jelasnya.

Indra memanggil 28 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) mulai 19 hingga 27 Mei mendatang. TC ini dilaksanakan di Hotel dan Lapangan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Karangmalang, Sleman.

Pada tahun 2018 ini, Timnas U-19 akan menghadapi turnamen Piala AFF U-19 pada 1-14 Juli dan Piala AFC U-19 pada 18 Oktober hingga 4 November. Indonesia pun menjadi tuan rumah dua ajang tersebut.

Dari 28 pemain yang dipanggil, nama-nama beken pemain Timnas U-19 seperti Egy Maulana, Nurhidayat, Firza Andika, M Iqbal, Saddil Ramdani, Asnawi Mangkualam, Hanis Saghara masih ada. Dan muka-muka baru pada pemusatan latihan kali ini adalah M Iqbal B (Ragunan), Al Risqy Dwi (Bogor FC), M Firli (Bogor FC), M Rafi Syarahil (Barito Putera), dan Gunansar Mandowen (Persipura). (riz/din/mg1)