JOGJA – Terancam gagal berkompetisi di Liga 3 DIJ, tim Maung Bandung FC merasa kecewa berat. Padahal tim yang sebelumnya menjadi anggota Asprov Jawa Barat itu menilai telah sah menjadi anggota Asprov PSSI DIJ.

Pemilik tim Maung Bandung Denny Susanto mengatakan, keinginan Maung Bandung FC untuk berkompetisi di Liga 3 DIJ sebelumnya telah disetujui oleh Asprov PSSI DIJ, berdasarkan surat balasan dengan nomor 027/Asprov-DIY/III/2018 tanggal 4 April 2018, ditandatangani Ketua Asprov PSSI DIJ Bambang Kuncoro.

Kekecewaan bermula saat pihak panitia Liga 3 DIJ merilis tim peserta dan pembagian grup. Dari dua grup itu tidak ada nama Maung Bandung di dalamnya. “Kami sudah pindah home base ke Jogjakarta, tapi tak bisa ikut kompetisi dengan alasan yang kurang jelas,” ujar Denny.

Menurutnya, tim besutan eks wasit Viator Ambarita itu telah mengikuti prosedur dengan mengajukan surat permohonan pindah ke Asprov PSSI DIJ jauh-jauh hari sebelumnya. Termasuk dengan surat balasan persetujuan dari Asprov yang diteken Bambang. Jadi, pihaknya jelas kaget ketika timnya terancam gagal berkompetisi.

“Ketika dikonfirmasi Pak Bambang membenarkannya. Jelas kami kaget, karena sudah terlanjur keluar dari Asprov PSSI Jabar,” tambahnya.

Pihaknya berharap timnya masih bisa ikut kompetisi. Karena itu Denny menyerahkan persoalan ini kepada PSSI agar segera menyikapi permasalahan ini, sekaligus memberikan jalan keluar terbaik agar Maung Bandung FC tetap bisa ikut kompetisi Liga 3 2018.

“Kami klub swasta, tidak sedikit biaya yang telah kami keluarkan untuk menyiapkan tim ini sejak akhir tahun lalu. Kami mohon bantuan PSSI dan PT LIB (Liga Indonesia Baru) supaya kami tetap bisa ikut kompetisi musim ini,” harapnya.

Direktur Teknik Maung Bandung Aji Nurpijal tak kalah kecewa dengan Denny. Sebab ia telah mempersiapkan tim untuk bisa bertanding. Menurutnya, pemainya yang berjumlah 23 pemain sudah berkumpul hampir dua tahun. Beberapa di antaranya ada yang dikontrak jangka panjang. “Ada yang kami kontrak lima tahun, karena kami tujuannya pembinaan,” ungkap eks penggawa Persib Bandung itu kepada Radar Jogja.

Aji mengatakan, tim selama ini masih berlatih di Bandung. Namun sudah menyiapkan mess pemain yakni diJalan Grinjing 7, Papringan, Caturtunggal, Depok, Sleman. Sehingga jika sudah ditentukan jadwal dan pembagian grup kompetisinya tim bisa berangkat ke Jogja.

“Kami juga membolehkan jika nanti pemain kami direkrut tim PON DIJ jika memang ada yang layak. Kami berkomitmen memberikan yang terbaik bagi sepak bola DIJ,” imbuhnya.

Disinggung terkait alasan pindah homebase dari Jawa Barat ke DIJ, Aji mengatakan karena perusahaan Produta Kencana yang menaungi tim, ada kerja sama dengan pengusaha di bidang kontraktor asal DIJ. Sehingga otomatis tim yang didanai perusahaan juga ikut pindah.

Pihaknya berharap segera ada penyelesaian dari masalah itu. Sehingga ada solusi yang terbaik bagi semua pihak. “Kami masih berharap bisa ikut kompetisi,” tuturnya. (riz/laz/mg1)