BANTUL – Beberapa wilayah perbukitan di Bantul masih menjadi langganan kekeringan setiap kemarau. Setidaknya lima kecamatan di Bantul yang harus mendapat penanganan intensif, yakni Piyungan, Dlingo, Pleret, Imogiri dan Pundong.

“Terutama wilayah di perbukitan timur Bantul,” kata Kepala BPBD Bantul, Dwi Daryanto.

Sehingga untuk penanggulangan lebih dini, BPBD berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait untuk mendistribusikan pasokan air bersih kepada masyarakat. “Droping air bersih ini untuk keperluan rumah tangga, seperti masak dan minum,” jelas Dwi.

Karena musim kemarau tahun ini bertepatan dengan Ramadan, BPBD fokus pada kebutuhan air bersih yang sifatnya untuk ibadah umat muslim. “Sehingga masyarakat bisa tenang berpuasa,” kata Daryanto.

Sehingga masyarakat bisa merayakan Idul Fitri tanpa kendala. Kendati baru memasuki awal kemarau, beberapa masyarakat sudah mengajukan permintaan droping air bersih ke BPBD.

“Permintaan dari wilayah Kobango, Desa Wukirsari, Imogiri,” katanya.

Tahun ini BPBD menyiapkan 500 tangki air dengan anggaran Rp 75 juta. Anggaran ini naik Rp 25 juta dari tahun lalu. Ini sebagai upaya agar masyarakat yang minta bantuan air segera mendapatkan bantuan.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Dwi mengatakan hal ini tentu tidak dapat terealisasi dengan baik jika ditangani oleh BPBD saja. “Sarana BPBD Bantul terbatas, hanya punya dua armada tangki,” kata Daryanto.

Pihaknya bersama Pemkab Bantul berkomitmen dengan pihak swasta dan BUMN untuk mencukupi pasokan air di Bantul. Dwi berharap dampak kekeringan tahun ini tidak meluas. (cr2/iwa/mg1)