BANTUL – Syok. Begitu kata pemilik kos-kosan di mana Suprihatin tinggal, Mukhlis Nur Ismail, 43. Suprihatin pun belum bersedia menemui wartawan untuk dimintai keterangan perihal ditangkapnya penjual cilok ini oleh polisi.

Mukhlis mengungkapkan, Suprihatin baru menempati kos-kosan miliknya sejak tiga bulan lalu. “Karena berprofesi sebagai pedagang cilok. Setiap harinya, dia (Suprihatin) kerap berangkat pagi pulang malam. Masuk kamar dan istirahat,” jelasnya.

Karena sering pulang malam maka interaksi dengan warga sekitar cukup minim. Wartawan hingga sore (19/5) belum bisa menemui Suprihatin. Menurut pemilik kos, Suprihatin masih dalam keadaan syok. Dia belum bersedia untuk dimintai keterangan.

Sebelumnya, dikira terduga teroris penjual cilok, Suprihatin (S) harus berurusan dengan polisi. Meski sempat dibawa petugas dia akhirnya dikembalikan ke rumahnya pada Kamis malam (17/5) sekitar pukul 23.00. (cr2/ila/mg1)