(GRAFIS: HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA)

Islam mewajibkan semua muslim dewasa dan sehat berpuasa selama bulan suci Ramadan. Makan, minum, dan merokok dilarang mulai matahari terbit sampai terbenam. Puasa selama masa kehamilan bagi perempuan selalu menjadi perdebatan sampai saat ini. Ada wanita muslim yang tidak berpuasa selama kehamilan demi kesehatan bayi yang dikandungnya. Namun mereka juga merasa bersalah karena keyakinan agama. Di sisi lain, beberapa Ibu hamil lebih memilih untuk meyakini prinsip agama terlepas dari keraguan mereka akan kesehatan bayinya. Golongan ini memilih tetap berpuasa selama kehamilan.

Ada banyak penelitian tentang perubahan metabolisme dan berbagai aspek kesehatan manusia selama dan setelah Ramadan. Namun hanya sedikit penelitian tentang efek puasa dengan kehamilan. Bahkan ada pula penelitian yang menyuguhkan kontroversi terkait puasa dalam kehamilan.

Meski dalam beberapa penelitian disebutkan belum ada perbedaan bermakna saat kelahiran bayi dari ibu yang berpuasa maupun tidak.

Penelitian lainnya melaporkan, ada beberapa perbedaan untuk parameter ukuran antropometri tubuh pada bayi baru lahir dari ibu yang berpuasa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan hasil kehamilan setelah Ramadhan pada ibu hamil.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa puasa Ramadan tidak berefek pada tiga indeks utama kelahiran bayi, yakni berat badang, tinggi atau panjang tubuh, dan lingkar kepala. Kondisi itu terjadi pada ibu hamil dengan rentang usia 25-35 tahun dan berat indeks massa tubuh yang sesuai, serta tidak menderita penyakit kronis maupun sistemik.

Adapun penelitian lain menyebutkan, meski asupan kalori dan penambahan berat badan perempuan hamil yang berpuasa lebih rendah dari ibu hamil yang tak berpuasa, hal tersebut ternyata tak berpengaruh pada kesehatan mereka. Penelitian tersebut juga mendapat hasil tidak terdapat kelainan cacat bawaan pada bayi baru lahir dari ibu yang berpuasa.

Sebagian besar perempuan berpuasa mengonsumsi kalori saat sahur dan iftar. Karena itu program gizi yang tepat sangat penting bagi ibu hamil yang berpuasa untuk menjaga indeks pertumbuhan bayi yang dikandungnya. Kendati demikian, puasa tidak mempengaruhi pertumbuhan janin di dalam kandungan dan indeks ukuran kelahiran bayi pada perempuan hamil. Asal ibu hamil dalam keadaan sehat dan tak memiliki penyakit kronis, serta didukung nutrisi yang tepat.

Islam sebenarnya memberikan keringanan untuk ibu hamil yang tidak bisa berpuasa, yaitu dengan menggantinya dalam bentuk fidyah. Jadi ibu hamil yang tidak mampu berpuasa sebaiknya memang tidak berpuasa. Ini demi kesehatan janin dan dirinya sendiri. Puasa memang bisa memberikan manfaat yang sangat besar untuk kesehatan. Namun, ketika kondisi tubuh ibu hamil sedang kurang sehat, maka sebaiknya tidak berpuasa. Sementara bagi yang mampu tetap bisa berpuasa.(*/yog/mg1)