PROYEK RP 37 MILIAR: Pengendara sepeda motor melintas di jalur pejalan kaki di kawasan Malioboro Jumat (18/5).

JOGJA – Pelaksana proyek pedestrian sisi barat Malioboro berencana menghentikan pekerjaan sementara waktu guna menyambut Lebaran. Penghentian sementara proyek senilai Rp 37 miliar ditetapkan H-7 hingga H+7 Lebaran. Progres proyek itu sendiri baru mencapai 35 persen. “Dua minggu sebelum Lebaran kami akan fokus membersihkan kawasan dari material dan menutup lubang-lubang,” ujar Eri Purnomo, pimpinan proyek revitalisasi sisi barat Malioboro, Jumat (18/5).

Penghentian proyek tersebut demi kenyamanan wisatawan yang setiap musim libur Lebaran selalu memadati Malioboro.

Diakui, komunitas pemilik toko dan pedagang kaki lima kawasan Malioboro sebenarnya memintanya menghentikan proyek dua pekan sebelum Lebaran. Namun, manajer PT Syukri Balak selaku kontraktor proyek tersebut menyanggupinya seminggu sebelum Lebaran. Kendati demikian, proyek yang dijalankan selama bulan puasa sudah mulai cooling down. Beberapa garapan besar struktur proyek utama, seperti pengeceoran beton, sudah selesai dikerjakan. Di beberapa titik bahkan telah memasuki tahap cor traso. Sejauh ini hanya tinggal satu titik di dekat Kantor Pos Besar Jogjakarta yang belum di cor traso.

“Karena ada kontrak sampai Juni, sehingga baru bisa kami eksekusi Juli,” kataya.

Proses cor traso lebih diprioritaskan di area selasar toko-toko.

Eri optimistis bisa menyelesaikan proyek revitalisasi Malioboro tepat waktu. Sesuai kontrak proyek tersebut harus rampung 12 Desember.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Komunitas Malioboro Rudi Harto menyambut baik langkah pelaksana proyek menghentikan sementara kegiatan revitalisasi sisi barat Malioboro. “Aspek keselamatan (wisatawan, Red) harus diperhatikan. Jangan sampai ada pengunjung masuk gorong-gorong karena lubang tidak ditutup,” pintanya. (bhn/yog/mg1)