SLEMAN – Masjid Nurul Ashri di Kampung Deresan terkenal menjadi jujugan kalangan mahasiswa karena letaknya yang berada di dekat UNY dan UGM.

Selain itu, masjid ini aktif dengan segudang kegiatan keagamaan dan kajian. Takmir masjid Nurul Ashri juga tidak mengabaikan warga asli sekitar yang dengan program Ta’lim Door to Door di bulan Ramadan.

Panitia menyiapkan beberapa pengajar tahsin untuk keliling dari rumah ke rumah warga untuk mengajarkan Al quran. Pengajarnya merupakan panitia yang tergabung di Pesantren Tahsin SahabatQu. Tahsin adalah memperbaiki cara membaca dan melafalkan ayat Alquran dengan benar dan tepat.

Roni Irawan selaku steering committee menjelaskan, kegiatan ini awalnya diinisiasi karena banyaknya warga kampung Deresan yang sudah sepuh yang sudah tidak kuat pergi ke masjid.

Nah, agar tidak merasa kehilangan momen Ramadan, panitia menghadirkannya ke rumah. Namun mereka yang ikut adalah yang masih sanggup membaca huruf hijaiyah dan melafalkannya.

Konsep Ta’lim Door to Door yakni membuat kelompok ngaji dengan anggota 5 orang per kelompok. Tercatat di hari pertama Ramadan sudah ada dua kelompok, yang kebanyakan ibu-ibu. “Rumah untuk mengaji digilir setiap anggota. Kalau tidak muat ya di masjid setelah salat Subuh berjamaah,” jelas Roni.

Program tahunan ini sudah berjalan sejak 2014 dan akan berlangsung hingga hari ke-20 Ramadan. “Kami tidak menarget wajib, yang berminat silahkan ikut, kami sudah siapkan pengajarnya,” ujar Roni.

Biasanya kegiatan mengaji ini dimulai sejak pukul 06.00 pagi, dengan durasi sekitar 1,5 jam. (cr3/din/mg1)