GUNUNGKIDUL – Para petani di Gunungkidul tidak perlu waswas mengenai stok pupuk. Sebab kuota pupuk bersubsidi untuk kebutuhan tahun ini aman. Kepastian itu disampaikan Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Raharja Yuwono Kamis (17/5).

Menurut Raharja kuota pupuk urea pada 2018 sekitar 11.930 ton dan baru tertebus sekitar lima persen. Kemudian pupuk jenis NPK kuotanya 5.765 ton dan sampai dengan sekarang baru tertebus 30 persen.

“Secara umum tidak ada permasalahan pupuk, baik dalam ketersediaan stok maupun distribusi di lapangan,” kata Raharja Kamis (17/5).

Untuk memastikan, pihaknya mendampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Bambang Wisnubroto terjun ke lapangan melakukan monitoring. Rombongan menemui sejumlah petani di wilayah Kecamatan Playen.

“Petani panen palawija, sudah hampir habis. Kalau untuk padi masih ada sekitar 9.000 standing crop menjelang panen,” ujar Raharja.

Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), bulan ini masih ada hujan dengan intensitas berbeda di masing-masing wilayah. Meski tidak merata, tiga hari lalu hujan turun di Kecamatan Patuk, Playen, Ngawen, dan Kecamatan Ponjong.

“Sementara mulai Juni hingga September hujan tinggal di bawah 30 milimeter,” kata Raharja.

Kebutuhan terbesar pupuk di musim hujan diperkirakan musim tanam satu yakni Oktober. Raharja melakukan sosialisasi kepada petani agar bisa mulai menebus pupuk September sehingga tidak semua bersamaan pada Oktober.

“Jika semua serentak menebus pupuk atau barengan nanti pelayanan gudang kesulitan,” kata Raharja.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Bleberan, Kecamatan Playen Sumari Citro Wibowo mengatakan pasokan pupuk bersubsidi di sejumlah kelompok tani tidak mengalami kendala.

“Hanya saja memang untuk pupuk jenis NPK dibanding sebelumnya jatah sedikit dikurangi,” kata Sumari.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Bambang Wisnubroto mendapat laporan adanya bakteri Xantomonas Orise. Bakteri menyerang daun tanaman padi sehingga mengakibatkan daun menguning dan kering.

“Ada sejumlah desa di wilayah Kecamatan Patuk, sudah disemprot,” kata Bambang. (gun/iwa/mg1)