(GRAFIS: HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA)

Anak-anak Sleman hanya berselisih satu poin dengan pemuncak klasemen sementara Madura FC. “Sudah ada peningkatan dan progres yang baik dari pertandingan ke pertandingan. Pemain semakin matang dan sejauh ini sesuai dengan harapan kami,” kata Manajer PSS Sismantoro kepada Radar Jogja, Kamis (17/5).

PSS tampil meyakinkan di pekan pertama dengan mengalahkan Mojokerto Putra 3-1. Megabintang Cristian Gonzales menyumbangkan satu gol dalam debutnya bagi PSS. Namun di pekan kedua mereka menuai hasil minor dengan kalah dari Madura FC 1-2. Hasil seri 1-1 dengan Persegres menjadikan tekanan berat pada pelatih Herry Kiswanto yang membuatnya memilih mundur.

Beruntung, di dua pertandingan selanjutnya di bawah Caretaker Seto Nurdiantoro meraih kemenangan atas PSBS Biak 2-0 dan Martapura FC 1-0. Diharapkan selama libur puasa dan Lebaran momentum tersebut bisa tetap terjaga. “Sementara kami liburkan mungkin pekan depan baru mulai latihan. Masih akan kami rapatkan lagi dengan tim pelatih untuk program selama puasa,” imbuhnya.

Disinggung terkait pelatih, manjemen telah meminta Seto untuk melanjutkan menjadi pelatih kepala PSS. Namun memang belum ada keputusan diantara keduanya. Pembahasan masih terkait kemungkinan absennya Seto saat menjalani kursus AFC Pro. Dari 7 modul kursus, Seto baru menjalani satu modul.”Kami belum tahu jadwal AFC Pronya kapan. Tapi tentu kan tidak selamanya, tidak berbulan-bulan. Ada juga pelatih yang sedang kursus AFC Pro dan jadi pelatih kepala, kami kira tidak masalah,” tuturnya.

Manajemen keukeuh menjadikan Seto sebagai opsi pertama karena dinilai telah memahami karakter pemain. Termasuk track recordnya selama ini juga tidak diragukan. Pelatih PSS pada edisi ISC-B itu dinilai lebih paham situasi dan kondisi pemain saat ini. Hal itu lebih tidak berisiko jika dibandingkan merekrut pelatih baru di saat kompetisi sudah berjalan.

Disinggung terkait masa depan El Loco, pihaknya telah berkomunikasi dengan tim pengacara untuk permasalahan hukumnya. PSS berencana melayangkan somasi kepada pengelola liga yang mencabut pengesahan Gonzales main di PSS. Selain itu, pihaknya juga akan membawa kasus tersebut ke Badan Arbitrase Olahraga Republik Indonesia (BAORI). “Kami ngobrol dengan pengacara, nanti akan kami sampaikan ke media biar pengacara yang menjelaskan proses hukumnya,” jelasnya. (riz/din/mg1)