Selasa pagi (15/5), Cristian Gonzales ikut berlatih dengan PSS. Dengan jersey warna merah muda dan celana hitam dia bergabung bersama Hisyam Tolle dkk. Dia tetap bersemangat meskipun statusnya belum bisa dimainkan. Rabu (16/5) sore, bersama istri dan kedua anaknya dia ikut menonton partai PSS versus Martapura FC di tribun VVIP Stadion Maguwoharjo.

El Loco masih belum bisa dimainkan oleh PSS Sleman setelah surat peminjamannya dicabut Madura United selaku klub lamanya. Jika diminta memilih, El Loco mengaku ingin tetap bertahan di PSS daripada harus kembali ke Madura. Striker naturalisasi asal Uruguay itu mengaku kerasan di timnya saat ini lantaran diakuinya tim berjuluk Elang Jawa tersebut memiliki pemain muda yang potensial.

Selain itu, dukungan yang luar biasa dari kelompok suporter mereka yang sangat nyata dirasakan pemain yang pernah berkostum Tim Nasional (Timnas) Indonesia di Piala AFF 2010. “Di sini (PSS) pemain tidak ada masalah, mereka luar biasa, justru yang dari luar itu yang jadi masalah,” tuturnya.

Eks Persik Kediri dan Persib Bandung itu pun mengaku kerasan dan senang berada di PSS. Sambutan dan suasana kekeluargaan dengan sesama pemain membuatnya bisa berdaptasi. “Saya di sini senang sekali, lebih utama di PSS Sleman. Saya hormati teman teman dan mereka senang saya disini,” imbuhnya.

Meskipun statusnya masih menggantung, Gonzales tetap menunjukkan diri sebagai pemain profesional. Dia tetap berlatih bersama penggawa lainnya jelang laga pekan kelima PSS melawan Martapura FC kemarin. Gonzales pun mengaku bahwa dia tetap akan profesional meski penyerang berusia 41 tahun itu terancam tak dapat memperkuat PSS sampai statusnya jelas. “Secara pribadi saya kecewa. Namun saya sabar, ikhlas dan tetap ikut latihan bersama tim,” ujar dia.

Terkait kasusnya, El Loco pun enggan berkomentar banyak, dia lebih memilih untuk menyerahkan penyelesaian kasusnya pada pihak manajemen PSS. Tentu dia berharap masih bisa memperkuat PSS di waktu ke depan. “Kalau saya mau, saya bisa protes ke PT Liga. Namun tidak saya lakukan. Banyak orang yang mau bantu karena masalah ini tidak profesional,” bebernya. (riz/din/mg1)