SLEMAN – Selama Ramadan kegiatan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Sleman tetap sama seperti hari biasa. Beberapa kantor dinas malah mempunyai jadwal kegiatan yang padat.

“Selama Ramadan malah full kegiatan. Seperti pembinaan, pelatihan, pemantauan harga bahan pokok, pemantauan pasar tetap jalan. Terutama ketersediaan stok selama Ramadan juga harus di-update setiap hari,” ungkap Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman Mae Rusmi di kantornya Kamis (17/5).

Selain kegiatan lapangan, pihaknya juga mempunyai kegiatan khusus selama Ramadan seperti penataan pasar sore di beberapa lokasi penjualan takjil. Serta pengecekan bahan makanan dan jajanan di sejumlah pasar tradisional.

“Target kami bulan ini melakukan pengecekan ke 27 pasar bersama BPOM. Menyasar pada makanan dan jajanan yang mungkin mengandung bahan kimia berbahaya,” kata Mae.

Dikatakan, untuk Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pasar tetap dibuka tujuh hari kerja namun dengan sistem shifting (bergantian). Sedangkan untuk Pelayanan Rekomendasi Perizinan buka sesuai surat edaran jam kerja selama Ramadan.

Adapun jam kerja pegawai di instansi yang memberlakukan lima hari kerja, pada Senin-Kamis pukul 07.30-14.30, Jumat 07.30-13.30, istirahat hari Jumat 11.30-12.30. Untuk instansi yang memberlakukan enam hari kerja pada Senin-Kamis 07.30-13.30, Jumat 07.30-11.00, Sabtu 07.30-12.30.

Sementara itu di Dinas Sosial Sleman pelayanan publik untuk masyarakat tetap buka 24 jam. “Untuk pelayanan aduan warga melalui telepon, semua harus standby. Kalau pelayanan reguler buka seperti jam kerja pegawai selama Ramadan,” kata Kepala Dinas Sosial Sleman Sri Murni Rahayu.

Kegiatan lapangan pun tetap berjalan biasa. Seperti pelatihan, pembinaan, penjemputan warga yang membutuhkan bantuan, atau mengurus anak terlantar.

“Pas bulan puasa begini malah lebih banyak yang harus dilayani dan ditangani,” kata Sri Murni.

Selama Ramadan pihaknya juga mengadakan kegiatan intern pada jam istirahat. Di antaranya salat Duhur berjamaah dilanjutkan kultum, serta membaca iqro dan Quran.

Bupati Sleman Sri Purnomo (SP) mengatakan selama Ramadan pelayanan publik harus tetap berjalan. SP mengimbau pegawai tetap bisa memberikan layanan prima seperti biasa.

“Mudah-mudahan puasa tidak menjadi alasan pegawai bermalas-malasan. Bedanya hanya tidak makan pada jam istirahat,” kata SP. (ita/iwa/mg1)