JOGJA – Bank Indonesia (BI) Perwakilan DIJ menyiapkan uang tunai siap edar Rp 7,9 triliun untuk menyambut Lebaran. Langkah tersebut untuk mengantisipasi lonjakan permintaan uang tunai saat Lebaran seperti tahun-tahun lalu. Nilai uang tunai yang disiapkan kali ini Rp 2,4 triliun lebih banyak dibanding realiasi penukaran dan penarikan pada Lebaran tahun lalu sebesar Rp 5,5 trilun.

“Penukaran uang pecahan besar maupun kecil kami batasi hanya Rp 3,7 juta per orang,” ujar Kepala BI Perwakilan DIJ Budi Hanoto Rabu (16/5). Pembatasan nilai tukar tersebut untuk mengantisipasi penyalahgunaan peredaraan rupiah di masyarakat.

BI bekerja sama dengan 40 bank di berbagai daerah untuk kepentingan itu. Untuk menjangkau penukaran uang di pelosok desa, BI menyiapkan 98 titik lokasi. Penukaran uang dilayani sejak 15 Mei hingga 11 Juni mendatang.

BI juga menyiapkan layanan mobil kas keliling bersama di 31 tempat strategis. Seperti pasar tradisional, tempat keramaian, dan instansi pemerintah yang melayani publik. Misalnya, kantor kecamatan/kelurahan. “Penukaran uang di tempat resmi gratis. Tidak dipungut biaya sepeser pun,” tegasnya.

Deputi Kepala BI Perwakilan DIJ Sri Fitriani mengimbau masyarakat supaya tidak bertransaksi di tempat-tempat penukaran uang tidak resmi. Apalagi di tempat-tempat atau perorangan yang mengenakan biaya tertentu. “Sebenarnya tidak diperbolehkan menukar uang dikenakan biaya. Tapi sejauh ini kami tidak menemukan aturan tersebut,” katanya.

Atas segela bentuk kecurangan yang mungkin terjadi di tempat-tempat penukaran uang tidak resmi, Sri menegaskan, BI Perwakilan DIJ tidak bertanggung jawab. (bhn/yog/mg1)