SLEMAN – Kunjungan wisata di Sleman semakin meningkat. Bupati Sleman Sri Purnomo (SP) mengimbau pelaku bisnis perhotelan dan restoran ikut meningkatkan standar kualitas dan pelayanannya.

Semakin baik kualitas dan pelayanan di hotel maupun restoran akan memberikan nilai tambah untuk pariwisata. “Hotel dan restoran menjadi bagian penting di dunia pariwisata,” kata SP.

Jumlah kunjungan wisata ke Sleman meningkat setiap tahun. Otomatis mereka membutuhkan tempat menginap dan tempat makan.

“Hal itu menjadi peluang, namun harus didukung dengan kualitas dan pelayanan yang sesuai standar,” kata SP saat melantik Badan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) periode 2018-2023 di Pendopo Parasamya Rabu (16/5).

SP mengatakan pada 2017 jumlah kunjungan wisata di Sleman mencapai 7,2 juta orang. Ditargetkan pada 2018 dapat mencapai 8 juta kunjungan.

“Jika para pengelola hotel dan resto bisa meningkatkan standardisasi kualitas dan pelayanan saya yakin pertumbuhan ekonomi Sleman ikut meningkat,” kata SP.

Hotel dan resto yang masih di bawah standar diharapkan bisa diaudit dan mencari apa yang menjadi kekurangannya. Hotel-hotel nonbintang juga bisa ditingkatkan melalui kinerja PHRI Sleman.

SP berharap seluruh anggota dapat maju bersama. Bersaing secara sehat untuk memberikan pelayanan yang bagus sehingga berdampak baik.

Ketua PHRI Sleman Joko Paromo yang juga Assisten Manager The Rich Jogja Hotel mengatakan akan mengembangkan wisata Sleman yang ramah lingkungan. “Tentunya dengan support berbagai elemen termasuk Dinas Pariwisata Sleman,” kata Joko. (ita/iwa/mg1)