Pantai masih menjadi destinasi wisata unggulan di Kabupaten Bantul. Meski wilayah paling barat Provinsi DIJ itu terus mengembangkan potensi wisata alam perbukitannya, hal itu tak mengurangi minat wisatawan untuk melancong ke pantai. Salah satu pantai yang cukup banyak dikunjungi wisatawan adalah Samas.

Melihat potensi itulah terbesit dalam benak Sudirman untuk mengembangkan potensi pantai di wilayahnya. Berawal dari situ, terciptalah taman bunga yang tampak asri di kawasan Pantai Samas. Sederhana, tapi memanjakan mata. Sudirman melabelinya dengan nama Taman Bunga Rafa Garden. Taman itu berada di sepanjang tepian jalan pantai, masuk Desa Srigading, Sanden, Bantul.

Agar taman bunga tampak lebih indah dan menjadi daya tarik wisatawan, Sudirman menghiasnya dengan beberapa aksesori. Seperti jembatan dan venue untuk foto selfie. Dia mengaku harus merogoh kocek hingga puluhan juta rupiah untuk keperluan itu. Kendati demikian, bagi setiap pengunjung yang ingin masuk taman atau sekadar foto selfie hanya dipatok Rp 5 ribu per orang.

“Kalau tanggal merah dan weekend selalu ramai pengunjung. Di hari biasa sih tak banyak, tapi cukuplah hasilnya untuk makan sehari-hari,” selorohnya.

Sudirman mengawali pembuatan tamannya pada November 2017. Namun, taman itu baru dibuka awal 2018 lalu. “Karena saya menunggu bunga mekar dulu,” ungkap pria 62 tahun itu.

Tentu saja bukan hal mudah menanam bunga di media pasir. “Ada triknya supaya tanaman bunga tumbuh subur,” ujar Sudirman sambil menyunggingkan senyum.

Tanaman bunga tak akan bisa jika langsung ditanam di pasir pantai. Nah, supaya pasir pantai bisa ditanami pohon bunga harus dicampur dulu dengan lumpur. Sudirman memanfaatkan lumpur Sungai Opak yang tak jauh dari lokasi taman. Lumpur saja belumlah cukup sebagai campuran. Sudirman lantas menambahkan seolit dan delimit (tanah kapur). Supaya tanaman bisa tumbuh subur, Sudirman membubuhi permukaan lahan tersebut dengan pupuk kandang.

Untuk mengolah lahan seluas 1.500 meter persegi itu tentu saja butuh banyak pupuk kandang. Tak tanggung-tanggung, Sudirman sampai harus mendatangkan sembilan dump truk penuh muatan pupuk untuk menyuburkan pasir pantai. Pupuk kandang di permukaan paling atas media tanam ini juga berfungsi sebagai fondasi penguat batang pohonnya. “Awalnya hanya saya tabor enam rit (dump truk, Red) pupuk kandang. Ternyata belum cukup, lalu saya tambah tiga rit lagi,” ungkap pria yang memang hobi bercocok tanam itu.

Mulai bibit hingga tanaman menghasilkan bunga mekar, Sudirman memupuknya sebanyak tiga kali. Tak dipungkiri, selain pupuk kandang, Sudirman juga memanfaatkan pupuk kimia. Ini semata-mata agar pertumbuhan tanaman bisa lebih cepat. Pupuk kimia ditaburkan pada tanaman ketika memasuki usia sepuluh hari.

Ada aneka jenis bunga yang tumbuh di taman itu. Ada matahari, kertas, selosia, dan jengger ayam. “Saya juga menyediakan bibit bagi siapa saja yang berminat menanam,” ucapnya promosi.

Bunga matahari terhitung paling cepat tumbuh dan mekar. Itu pun dibutuhkan waktu paling cepat sekitar tiga bulan hingga seratus hari. Mulai pembibitan sampai bunga mekar. “Bunga lain malah lebih lama lagi,” jelasnya.

Lantas bagaimana perawatan taman bunga itu? Sudirman mengaku tak kesulitan. Campuran pasir pantai, lumpur, seolit, delimit, dan pupuk kandang terbukti menjadi material terpenting yang berpengaruh pada tumbuh kembang tanaman bunga. Untuk perawatan Sudirman hanya cukup menyiramnya dua kali sehari. Tiap pagi dan sore. Hanya, proses penyiramannya membutuhkan pompa air. Setiap hari butuh sedikitnya dua liter bensin sebagai bahan bakar pompa. Ada kalanya Sudirman menyirami tanamannya menggunakan gembor (ceret wadah air untuk menyiram tanaman).

Begitu mekar, kesegaran bunga matahari ternyata tak bisa bertahan lama. Hanya sekitar satu bulan. Sedangkan untuk bunga lain, seperti selosia dan bunga kertas bisa lebih lama. Karena itu, siapa pun yang ingin mengunjungi Taman Bunga Rafa Garden, pastikan saat bunga sedang bermekaran. (yog/mg1)