(GRAFIS: HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA)

JOGJA – Teror bom Surabaya memantik beberapa negara menerbitkan travel advice bagi warga masing-masing yang sedang melancong di Indonesia. Seperti Ingris, Australia, AS, Tiongkok, dan Singapura. Adanya imbauan perjalanan bagi warga asing tak lantas membuat geliat pariwisata DIJ lesu.

Kepala Dinas Pariwisata DIJ Aris Riyanta optimistis, travel advice tersebut tidak berpengaruh pada tingkat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Jogjakarta. Apalagi, kunjungan wisman di DIJ lebih banyak terpengaruh pada Bali dan Jakarta. Kondisi ini pula yang meyakinkan Aris bahwa teror bom Surabaya tidak akan berpengaruh terhadap kunjungan wisman di Jogjakarta. “Saya lihat dari penerbangan internasional ke DIJ juga tidak ada pengurangan,” katanya Selasa (15/5).

Sebagai gambaran, total kunjungan wisman di DIJ pada 2017 mencapai 450 ribu orang. Angka ini diyakini tak akan berkurang, bahkan bisa meningkat.

Menurut Aris, hal itu tak lepas dari gerak cepat Kementerian Pariwisata merespons kekhawatiran negara-negara dunia. Dengan meyakinkan mereka bahwa pasca kejadian itu (teror bom, Red) pemerintah Indonesia telah melakukan langkah taktis meningkatkan keamanan di berbagai wilayah.

Aris menegaskan, sejauh ini DIJ masuk zona aman. Karena itu, dia mengimbau para wisman untuk tidak khawatir berkunjung ke Jogjakarta.

Sementara itu, Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X merespons positif langkah Polda DIJ yang memberlakukan status siaga satu untuk pengamanan wilayah. Ini bukan berarti Jogjakarta dalam situasi tidak aman. Tapi lebih untuk memaksimalkan peran TNI dan Polri. “Karena dengan siaga satu mereka (aparat, Red) yang cuti pun harus kembali ke kantor,” katanya.

Pengamanan wilayah secara intensif dilakukan jajaran Polda DIJ dan Korem 072/Pamungkas dengan patroli gabungan. Melibatkan tim Progo Sakti, Sabhara, Brimob, serta prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 403 Wirasada Pratista.

Kabid Humas Polda DIJ AKBP Yuliyanto mengatakan, patroli rutin juga dilakukan di setiap satuan wilayah setingkat polres dan polresta. Serta kodim di seluruh kabupaten/kota se-DIJ.

“Patroli aparat demi memberikan rasa aman bagi masyarakat,” tuturnya.

Sasaran patroli adalah objek-objek vital. Seperti tempat ibadah, pusat perbelanjaan, lokasi keramaian, hingga rumah-rumah pejabat pemerintah. Setiap patrol seluruh tim dipersenjatai lengkap.

Lettu Imam Mustain, salah seorang komandan peleton Yonif 403/WP, menyatakan setiap patroli tidak hanya menyiagakan personel. Tapi juga kendaraan tempur. “Patroli tanpa batas waktu, sampai semua dirasa aman dan kondusif,” ungkapnya.

Di bagian lain, Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti mengimbau 3.195 ketua rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) mendukung kinerja aparat kepolisian dan TNI. Bahkan, HS, sapaannya, meminta para ketua RT dan RW turut serta mengantisipasi potensi teror di Kota Jogja.

“Kalau semua kompak, bersatu tidak tergoyahkan, tidak ada aksi preman maupun teror,” katanya.(bhn/dwi/pra/yog/mg1)