Para dosen dan perwakilan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengecam aksi terorisme yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo. Bertempat di Balairung, mereka menyatakan keprihatinan mendalam dan belasungkawa atas jatuhnya korban dan mengajak masyarakat bersatu melawan aksi terorisme, radikalisme, dan intoleransi.

Guru Besar Fisipol UGM Susetiawan menjelaskan, kegiatan ini juga tindak lanjut dari terkumpulnya 421 pernyataan mengutuk terorisme dari dosen-dosen yang tergabung dalam grup UGM Berintegritas dalam waktu 24 jam. Para dosen UGM mengajak semua pihak untuk aktif dan melawan segala bentuk terorisme.

“Kami mendukung para pimpinan UGM untuk mencegah benih-benih terorisme, mengambil langkah pencegahan yang lebih komprehensif,” tegasnya. Ia menambahkan, dukungan itu dapat dilakukan melalui pengembangan kurikulum antiterorisme dan pro perdamaian.

Menurut Wakil Rektor UGM Djagal Wiseso, tindakan terorisme bertentangan dengan jatidiri UGM sebagai universitas Pancasila. Pihaknya ingin membuat iklim akademis yang sehat di UGM agar tidak memungkinkan timbulnya paham radikalisme dan aksi terorisme. “Misalnya dengan menggiatkan ekstrakulikuler, dan pembekalan muatan kebangsaan saat pembelajaran di kelas atau saat penerimaan mahasiswa baru,” jelasnya. (cr3/laz/mg1)