SLEMAN-Dalam upaya mengentaskan kemiskinan, Dinas Sosial Kabupaten Sleman menggalakkan kegiatan pelatihan untuk Perempuan Rentan Sosial Ekonomi (PRSE). Pelatihan ini menyasar pada kegiatan untuk para ibu yang mencari nafkah atau janda.

Pelatihan ini diberikan kepada kelompok-kelompok dengan 20 orang warga miskin, khusus untuk ibu-ibu yang menjadi kepala keluarga dan mencari nafkah. Kami beri pelatihan sesuai apa yang dibutuhkan,” ujar Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman Sri Murni Rahayu Sabtu (14/5).

Pelatihan ini seperti membuat makanan ringan atau jajanan pasar yang bisa dijual. Selama seminggu pihaknya bekerjasama dengan pengusaha katering atau makanan ringan mengajarkan bagaimana membuat risol, pastel, dsb.”Jenis produksinya yang murah jadi tidak membutuhkan modal awal yang banyak,” imbuhnya.

Setelah memberikan pelatihan, Dinsos akan memberikan bantuan modal Rp 1,9 juta per orang yang dikelola bersama kelompoknya, serta melakukan pendampingan sampai usaha berjalan baik.

Selain itu, Dinsos juga mengoptimalkan fungsi TPK pedukuhan, desa, dan kecamatan untuk mengupdate data warga miskin. Baik warga miskin yang baru, warga yang sudah masuk SK miskin, atau warga yang masuk SK miskin tapi sudah tidak miskin. “Data ini nanti kami kirim ke pusat dua kali setahun,” ungkapnya.

Murni berharap warga bisa mengedukasi diri sendiri, bahwa dirinya miskin atau tidak. Jangan mengaku miskin jika mampu, atau apabila sudah mampu tapi masih masuk SK miskin harus segera dikembalikan karena Dinsos sendiri mempunyai keterbatasan rentan kendali yang tidak bisa menyasar sampai ke bawah. Oleh sebab itu pihaknya mengajak TPK padukuhan untuk membantu memperoleh data warga miskin tersebut.

Kabar baiknya dari tahun ke tahun angka kemiskinan di Kabupaten Sleman menurun. Pada tahun 2015 angka kemiskinan masih di 11,80 persen, tahun 2016 turun menjadi 10,68 persen, tahun 2017 turun menjadi 9,48 persen. Di tahun 2018 ini pihaknya ditargetkan menurunkan angka kemiskinan menjadi 8 persen.

Untuk Hari ke-102 Jadi Kabupaten Sleman Murni berharap pemerintah banyak mengembangkan program-program yang menyentuh masayarakat, misalnya kebutuhan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.”Masyrakat kita masih membutuhkan kebutuhan dasar seperti pendidikan dan kesehatan, kalau masyarakat sehat pendidikannya paling tidak SMA atau SMK pola pikir akan lebih maju dan membantu keluarga tidak miskin,” tuturnya.

Bupati Sleman Sri Purnomo berharap ini pemerintah daerah dapat terus memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat. Dalam hal ini dia ingin masyarakat juga ikut serta dalam membantu dengan sistem kegotongroyongan sekaligus menciptakan situasi di Sleman kondusif dan aman.

Menurutnya visi misi pemkab saat ini merupakan pengembangan dan inovasi dari penjabaran visi dan misi gubernur dan presiden untuk menciptakan daerah dengan masyarakat dan potensi yang baik. “Visi misi pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten harus satu garis dan sejalan, tidak boleh bertentangan,” tandasnya. (ita/din/mg1)