MAGELANG – Kalangan anak-anak dan kaum perempuan di Kota Magelang memilih untuk turun ke jalan dan berpawai dengan riang gembira, menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Jumlahnya hampir 10 ribu orang, dengan perincian sekitar 7.500 dari kalangan anak atau siswa mulai tingkat RA/PAUD hingga SMA, dan sisanya para orang tua. Tidak sedikit pun tergambar wajah takut atau terteror dengan beberapa aksi bom di Surabaya dan Sidoarjo dalam kegiatan bertajuk “Tarhib Ramadan”.

“Ini memang upaya mengajak anak-anakdan kaum perempuan untuk syiar Islam. Ini adalah upaya kami untuk menangkal isu radikalisme. Tidak ada jihad dengan mengorbankan anak dan kaum perempuan. Itu tidak ada tuntutannya,”kata Wakil Ketua Tarhib Ramadan Salamun kemarin.

Sekretaris PGRI Kota Magelang ini menuturkan, bulan Ramadan merupakan bulan yang diagungkan atau Syahrul Mubarak, dan kita dituntun untuk menyongsongnya. Tarhib Ramadan dengan kirab keliling kota dinilainya sebagai salah satu cara umat Islam dalam menyongsong datangnya bulan Ramadan yang agung dengan riang gembira.

Ditambahkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas P dan K) Kota Magelang Taufik Nurbakin, semula Tarhib Ramadan dilaksanakan sendiri-sendiri oleh sekolah. Mulai tahun kemarin, pihaknya menyatukan pawai taaruf itu dan memperluas rutenya.

Tahun ini dibagi dalam tiga rute, pertama hanya keliling seputar Alun-Alun yang dilakukan siswa TK. Kemudian rute ke arah utara dan rute ke arah selatan. “Tujuannya mensyiarkan dan mengagungkan bulan Ramadan. Juga untuk melatih putra putri kita agar meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa,” tuturnya.

Wali Kota Sigit Widyonindito dalam sambutannya menegaskan, Pemkot Magelang memiliki visi sebagai kota jasa yang modern dan cerdas dilandasi masyarakat sejahtera dan religius. Untuk mewujudkan hal itu, dibutuhkan upaya bersama, termasuk membangun karakter generasi muda yang ada.

Menurutnya, dengan generasi yang maju dan cerdas serta soleh, akan bermanfaat bagi diri sendiri, nusa bangsa, dan agama. “Saya bercita-cita seluruh anak di Kota Magelang bisa kita libatkan dalam kegiatan keagamaan. Membangun karakter anak bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui pawai taaruf,” tandas Sigit. (dem/laz/mg1)