BANTUL- Sekitar 200 warga berkebutuhan khusus mengikuti pelayanan jaminan kesehatan khusus (Jamkesus) tahap kedua di Aula Pemkab Bantul, Senin (14/5). Salah satu agenda utama kegiatan ini adalah pengobatan gratis.”Ini kegiatan jamkesus pertama tahun ini untuk wilayah Bantul,” kata Kepala Seksi Pemeliharaan Kesehatan Bapel Jamkesos DIJ Agus Priyanto.

Ada beberapa kecamatan yang menjadi sasaran utama ada layanan jamkesus ini, yaitu Kecamatan Srandakan, Jetis, Bambanglipuro, Sewon, dan Bantul. “Kecamatan lain akan menyusul. Direncanakan akan dilakukan dalam empat sampai lima kali layanan,” jelas Agus.

Para penyandang disabilitas ini ada yang datang sendiri. Sedangkan bagi yang sakitnya parah dijemput. Setelah pengobatan mereka akan di pulangkan kembali. Yang utama dari kegiatan ini adalah mereka mendapat diagnosa kesehatan. Jika masih bisa di obati, disegerakan. Tapi kalau sakitnya parah dan berlanjut dirujuk ke rumah sakit.

Jika permasalahan mereka bukan penyakit, tetapi alat bantu diberikan fasilitas. Yakni, mulai kursi roda, kaki-tangan palsu, maupun kacamata. Konsepnya one stop service. Semua keluhan dilayani.

Untuk mengalokasikan kegiatan ini sudah disediakan APBD DIJ sebesar Rp 9 miliar. Jamkesus kali ini sasarannya yaitu penyandang disabilitas kurang mampu. Dokter yang diundang juga dokter-dokter berpengalaman yang sudah terbiasa menangani penyandang disabilitas. “Alat bantunya sudah lengkap. Kalau yang lain masih punya, 43 jenis alat bantu, maka kita sudah menyiapkan 117 alat bantu,” tegasnya.

Ada pula program homecare. Untuk kegiatan preventif jamkesus juga menyediakan posyandu khusus disabilitas. Untuk meningkatkan keterampilan penyandang disabilitas juga akan diajari berebagai keterampilan dan servis reparasi alat bantu difable.

Salah satu penyandang disabilitas Sri Suyati, 45, mengaku layanan jamkesus ini sangat bermanfaat. Menurutnya layanan kesehatan ini sangat membantu.”Saya merasa terbantu, setidaknya bisa dapat kursi roda lagi,” jelasnya (cr2/mg1)